Hanya Kuat Sepekan, Gula Pasir dan Bawang Putih di Jateng Tinggal 500 Ton
Murianews
Selasa, 17 Maret 2020 15:32:49
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Meski begitu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengajak masyarakat tak begitu khawatir. Ia bahkan meyakini kekurangan ini bakal segera teratasi. Hal itu menyusul dibukanya kembali keran impor dari Tiongkok, yang dikenal sebagai negara penghasil bawang putih.
”Kita utamakan untuk bawang putih dan gula. Tapi, untuk gula sebenarnya kita punya pengganti yakni gula aren maupun gula semut,” ujar Ganjar seusai menggelar rapat terbatas di kantornya, Senin (16/3/2020) kemarin, seperti dikutip Solopos.com.
Baca Juga:
- Lagi, Satu Pasien Corona di Jateng Meninggal Dunia
- MUI Jateng: Salat Jumat Boleh Digelar dengan Kontrol Kesehatan Ketat
”Untuk gula, sebenarnya gula aren maupun gula semut bisa menjadi alternatif kelangkaan gula pasir. Apalagi, produksi gula aren dan gula semut di Jateng terbilang tinggi,” tambahnya.
Dengan kondisi itu, Ganjar pun meminta masyarakat tidak panik dan khwatir terhadap kondisi pangan. Apalagi, sampai melakukan pembelian bahan pokok besar-besaran. ”Tetap tenang. Kalau terjadi hal darurat kit siap pangan,” tuturnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



