Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dua dokter kakak beradik yang meninggal dunia akibat corona itu adalah dr. Sang Aji Widi Aneswara dan dr. Elianna Widiastuti.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Semarang, dr Elang Sumambar menjelaskan, kedua dokter tersebut selama ini bertugas di puskesmas.

Dokter Sang Aji bertugas di Puskesmas Karanganyar, Kecamatan Tugu, sedangkan dr Elianna bekerja di Puskesmas Halmaheram.

"Dokter Elianna meninggal lebih dulu di RS Roemani pada 28 Juni. Sedangkan, dr. Sang Aji meninggal di RSUD KRMT Wongsonegoro, 6 Juli kemarin," ujar Elang seperti dikutip Solopos.com, Kamis (9/7/2020).

Elang mengatakan sebelum dua dokter muda kakak beradik itu meninggal, ayah mereka juga meninggal dunia akibat positif terinfeksi virus corona.

Setelah sang ayah meninggal, dr. Elianna pun mengeluh sakit dan langsung dilarikan ke RS Roemani. Di rumah sakit, Elianna menghembuskan napas terakhir dan dinyatakan positif Covid-19.

"Dari hasil tracing dari dr. Elianna, diketahui jika sang adik, dr. Sang Aji juga terpapar Covid-19. Ia kemudian dirawat di RSUD Wongsonegoro sejak 1 Juli. Namun, ia meninggal dunia tanggal 6 Juli kemarin," imbuh Elang.

Elang mengatakan dua bersaudara itu tergolong masih muda. Meski bertugas di puskesmas, dr. Sang Aji juga tercatat sebagai tenaga medis yang merawat pasien Covid-19 di rumah dinas Wali Kota Semarang.Selama ini diketahui jika Rumdin Wali Kota Semarang merupakan salah satu rumah karantina bagi pasien Covid-19."Ya bisa jadi dia terpapar dari sana," ujar Elang.Elang mengaku prihatin dengan musibah yang menimpa dua dokter kakak beradik meninggal akibat corona di Semarang itu. Ia berharap tidak ada lagi kejadian dokter meninggal dunia akibat terpapar Covid-19."Semoga ini yang terakhir kali, kejadian dokter meninggal akibat Covid-19," harap Elang. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler