Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pengurus Takmir Sie Peribadatan dan Dakwah Masjid Kauman Ahmad Mundzir mengatakan KH Ahmad Naqib meninggal di usia 71 tahun. Almarhum sempat menjalani perawatan di Klinik Esensia, Pedurungan, Kota Semarang.

Baca: Alamak! Satu Pelaku Kerusuhan Metrodranan Solo Nangis saat Jumpa Pers

"Wafat kemarin sore. Beliau sudah keluar masuk rumah sakit karena sakit paru-paru," kata Ahmad sepeeti dikutip Detikcom, Rabu (12/8/2020).

Saat ini persiapan pemakaman sudah dilakukan. Rencana jenazah akan dimakamkan di sisi utara Masjid Kauman pukul 14.00 WIB. "Nanti jam 14.00 WIB di kompleks Masjid Kauman sisi Utara," jelasnya.

KH Naqib sudah 20 tahun menjadi imam besar Masjid Kauman. Ketika bulan Ramadan dalam sebulan penuh KH Naqib memimpin semaan Alquran yang dihadiri ribuan orang dari berbagai daerah termasuk luar Jawa.

Baca: Jengkel Kena Tilang di Masa Pandemi, Curhatan Gadis Klaten Hebohkan Jagad Maya

"Setiap malam 20 Ramadan ke atas, malam ganjil, beliau memimpin tasbihan. Yang ikut penuh, seperti Jumatan," ujarnya.Pada Ramadan 1440 H lalu atau tahun 2019, semaan untuk pertama kalinya didokumentasikan untuk ditayangkan. Ternyata rekamam tersebut berguna untuk tahun Ramadan tahun ini karena di masa pandemi, semaan ditiadakan dan sebagai gantinya rekaman KH Naqib ditayangkan terbatas menggunakan proyektor dan disiarkan agar orang-orang di sekitar masjid bisa mendengar."Baru tahun kemarin berkenan direkam dan tahun ini ditayangkan dengan proyektor di dalam. (Semaan) libur, jadi ditayangkan yang tahun kemarin," jelasnya.Ahmad menjelaskan pengajian semaan Al Quran dirintis oleh KH Abdullah Umar. Setelah KH Abdullah wafat, tradisi itu dilanjutkan oleh putranya KH Mushoffa Abdullah Umar. Kemudian semaan Alquran dipimpin oleh KH Ahmad Naqib Nur Alhafidz yang merupakan murid KH Abdullah. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Detikcom

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler