Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dua warung yang akan dibuka tersebut merupakan cabang kedua dan ketiga. Cabang pertama bertempat di Jalan Slogohimo Desa Bulusari, Slogohimo, Kabupaten Wonogiri. Sedangkan warung pusat bakso djanda berlokasi di jalan raya Wonogiri-Ponorogo, Dusun Mirahan, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jatisrono, Wonogiri.

Eko mengatakan dua cabang baru yang akan dibuka itu berlokasi di Kecamatan Purwantoro dan Kecamatan Wonogiri atau Wonogiri Kota. Lokasi di Purwantoro, tepatnya di jalan Purwantoro-Kismatoro, Desa Bangsri, Kecamatan Purwantoro. Di Kecamatan Wonogiri, bakal dibuka di area Terminal Angkot Wonogiri Kota, tepatnya di sebelah utara Pasar Kota Wonogiri.

"Dua warung yang saat ini telah buka kan di Wonogiri bagian timur. Lalu satu cabang yang akan buka juga di wilayah timur Wonogiri. Nah ini satu cabang saya tempatkan di wilayah perkotaan," kata dia seperti dikutip Solopos.com, Selasa (13/10/2020).

Eko mengatakan, cabang di Purwantoro akan mulai buka pada Jumat (16/10/2020). Sementara itu, cabang di Kota Wonogiri bakal dibuka sekitar satu bulan lagi.

Eko mengaku kesulitan mencari tempat strategis untuk membuka cabang lainnya. "Target kami pembukaan warung cabang ini bisa berlanjut ke beberapa daerah di Wonogiri. Namun kesulitan kami mencari tempat strategis," ungkap dia.

Dua warung yang saat ini telah buka, lanjut dia, justru warung cabang di Slogohimo lebih ramai dikunjungi. Karena lokasinya strategis, berdekatan dengan tempat ibadah dan lembaga pendidikan. "Nah kami targetnya tempat strategis. Tidak asal cari tempatnya," kata Eko.

Diberitakan sebelumnya, selain bakso djanda, Eko juga membuat varian baru bakso yang dinamakan bakso pelakor. Sajian bakso djanda berbeda dengan bakso pelakor.Sajian bakso pelakor yakni satu mangkuk hanya berisi satu bakso berukuran besar. Di dalamnya terdapat tiga butir telur puyuh. Selain itu juga terdapat sambal dan cabai utuh yang telah dimasak.Sementara itu, bakso djanda, dalamnya berisi bakso kecil, sambalnya lebih banyak dan rasanya lebih pedas.Ada enam menu di setiap warung yang dimiliki Eko. Enam menu tersebut yakni bakso djanda, bakso pelakor, bakso originil, mi ayam original, mi ayam kuah tom yam dan mi ayam-bakso. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler