Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Warga pembawa jenazah tersebut diketahui bernama Sutejo (50), asal Desa Kedunglengkong, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali. Sedangkan sang ibu bernama Ginem Suharti (80). Aksi tersebut terekam kamera, Kamis (29/10/2020) pagi.

Dikutip dari Solopos.com, Sutejo membawa jenazah ibu kandungnya itu menggunakan sepeda motor dengan beronjong di bagian belakang melintasi jalanan Boyolali dari Banyudono ke Simo.

Belum jelas apa motif Sutejo membawa jenazah ibunya sejauh itu. Hanya, Sutejo memang diketahui mengalami gangguan kejiwaan.

“Jadi orang yang membawa jenazah itu ada gangguan jiwa. Jenazah itu mau dimakamkan sendiri oleh anaknya. Karena warga curiga kemudian ditolong, disucikan, dan dimakamkan,” kata Kasat Reskrim Iptu Ahmad Masdar Tohari mewakili Kapolres Boyolali, Kamis (29/10/2020).

Ahmad mengatakan jenazah itu diangkut menggunakan sepeda motor dari Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono, ke Dukuh Selorejo, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Simo. Kejadian itu diketahui antara pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 10.00 WIB, Kamis.

Oleh Sutejo, jenazah itu hendak langsung ia makamkan di permakaman Sucen, Kedunglengkong. Saat itu, jenazah belum disucikan, bahkan masih memakai pakaian lengkap.

Warga yang melihat kemudian menyarankan agar Sutejo membawa jenazah ibunya itu ke rumah duka dulu untuk dimandikan. Kemudian sekitar pukul 13.00 WIB, jenazah dimakamkan di permakaman Sucen Timur.

Camat Simo, Waluyo Jati, mengatakan warga harus membujuk Sutejo agar mau membawa jenazah ibunya ke rumah dulu untuk dimandikan.
“Menurut informasi, setelah tiba di Kedunglengkong, pada saat itu jenazah belum disucikan, masih memakai baju lengkap dan dibungkus kain jarit. Kemudian [anaknya] dibujuk agar membawa jenazah ke rumah duka di Selorejo,” katanya.Selanjutnya aparat desa mengumpulkan warga untuk memandikan jenazah. Sekitar pukul 12.30 WIB jenazah diberangkatkan ke permakaman Sucen dan dimakamkan.Perjalanan Sutejo membawa jenazah ibunya dari Banyudono ke Simo menggunakan sepeda motor tertangkap kamera warga di daerah Simo. Video yang antara lain diunggah akun Instagram @info_cegatan_boyolali, Kamis (29/10/2020), itu memperlihatkan seorang pengendara motor membawa beronjong.Perekam video berada di dalam mobil di belakang motor tersebut. Perekam video terheran-heran dengan benda panjang terbungkus kain jarit di atas beronjong sepeda motor tersebut.“Iku wong opo udu sih? Astaga! Iki uwong deh ketoke. [Itu orang atau bukan sih? Astaga! Itu orang deh kayaknya],” celetuk orang yang merekam kejadian itu. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News