Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
"Total 93 TPS yang tergenang air, di setiap kecamatan ada," katanya seperti dikutip Detik.com, Rabu (9/12/2020).
Ia menyebutkan, ke-93 TPS tersebut di antaranya 35 di Kecamatan Pekalongan Utara, 30 di Kecamatan Pekalongan Barat, 14 di Kecamatan Pekalongan Timur, 14 di Kecamatan Pekalongan Selatan.
Sebelumnya KPU telah mengungkap catatan 99 dari 593 TPS di Kota Pekalongan rawan banjir. TPS yang rawan banjir kemudian dibangun dengan dengan desain panggung.
"Anggaran tersebut akan digunakan untuk penyediaan panggung dengan luas 8x10 meter. Sebelumnya kami anggarkan Rp 500 ribu tapi kemudian kami tindak lanjuti mencari potensi anggaran lain dan dilakukan revisi menjadi Rp 1,5 juta," jelasnya.
Sementara itu, di satu dukuh terdapat 5 TPS yang terendam air. Sebanyak 5 TPS yang tergenang air ini berada di Dukuh Clumprit, Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Timur. Lima TPS ini, berada di TPS 8, TPS 9, TPS 10, TPS 11 dan TPS 12.
"Banjir ini sudah terjadi sejak tiga hari terakhir. Air dari genangan hujan, ditambah air rob," kata Ketua RW Dusun Clumprit, Sutomo.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



