Pemerintah Larang Mudik Lebaran 2021, Begini Respon Pengelola Hotel di Solo
Murianews
Sabtu, 27 Maret 2021 11:31:36
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Solo – Pemerintah akhirnya memutuskan meniadakan mudik Lebaran pada 2021. Larangan ini berlaku untuk semua masyarakat, terutama pegawai pemerintah.
Keputusan tersebut membuta pengelola hotel di Solo merasa cemas. Saat ini pengelola hotel mulai mendapatkan pesanan untuk menginap saat momentum mudik Lebaran, meski jumlahnya sedikit.
Dengan keluarnya keputusan terbaru pemerintah tentang larangan mudik pada Lebaran 2021, mereka kini hanya bisa berharap masih ada tamu yang datang saat mudik.
Marketing Communication Novotel dan Ibis Style Solo, Wenny Fitriati, mengatakan sudah ada tamu yang memesan kamar saat mudik Lebaran.
“Kalau dari hotel ya berusaha mencari peluang dengan market yang ada. Tamu yang pesan untuk Lebaran sudah ada meski masih sangat sedikit. Mungkin orang juga masih menunggu siapa tahu ada kebijakan baru lagi,” kata dia kepada Solopos.com, Jumat (26/3/2021).
Wenny menyebut pihaknya berusaha menyikapi hal itu dengan positif sembari berharap semoga dengan adanya kebijakan ini angka Covid-19 segera menurun.
Dia menilai kondisi mudik Lebaran 2021 kemungkinan akan sama seperti tahun sebelumnya. Padahal biasanya, dua bulan sebelum Lebaran kamar hotel sudah penuh dipesan tamu khususnya dari luar kota.
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Solo, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang pada momentum mudik 2020 yang jatuh pada Mei 2020 hanya sekitar 13 persen.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Ilustrasi layanan di hotel saat pandemi. Tamu tetap jaga jarak saat melakukan check in di Fave Hotel Manahan, Rabu (28/10/2020). (Solopos/Istimewa)[/caption]
MURIANEWS, Solo – Pemerintah akhirnya memutuskan meniadakan mudik Lebaran pada 2021. Larangan ini berlaku untuk semua masyarakat, terutama pegawai pemerintah.
Keputusan tersebut membuta pengelola hotel di Solo merasa cemas. Saat ini pengelola hotel mulai mendapatkan pesanan untuk menginap saat momentum mudik Lebaran, meski jumlahnya sedikit.
Dengan keluarnya keputusan terbaru pemerintah tentang larangan mudik pada Lebaran 2021, mereka kini hanya bisa berharap masih ada tamu yang datang saat mudik.
Marketing Communication Novotel dan Ibis Style Solo, Wenny Fitriati, mengatakan sudah ada tamu yang memesan kamar saat mudik Lebaran.
“Kalau dari hotel ya berusaha mencari peluang dengan market yang ada. Tamu yang pesan untuk Lebaran sudah ada meski masih sangat sedikit. Mungkin orang juga masih menunggu siapa tahu ada kebijakan baru lagi,” kata dia kepada