Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Semarang – Kasus Covid-19 di semarang kembali menggeliat. Sebanyak 25 warga Kelurahan Sampangan RT 12/RW 1 dikabarkan terkonfirmasi positif Covid-19. Hal itu terjadi setelah ke-25 warga tersebut takziah ke Temanggung.

Saat ini, ke-25 warga tersebut tengah menjalani isolasi. Perangkat kelurahan setempat pun telah memutuskan untuk menutup sementara akses keluar masuk di kawasan perkampungan tersebut.

Lurah Sampangan, Supono, membenarkan perihal adanya 25 warga yang terkonfirmasi Covid-19 sepulang dari acara takziah di Temanggung.

“Kejadiannya sepekan lalu saat ada rombongan warga dari RT 12/RW 1 yang pergi ke Temanggung untuk takziah. Ketika pulang, seorang warga terkena Covid-19. Lalu, kita lakukan tes swab secara acak. Ternyata ada 25 warga lain yang juga terpapar,” ujar Supono seperti dikutip Solopos.com, Kamis (22/4/2021).

Supono mengatakan saat ini pihaknya bersama Satgas Covid-19 setempat telah berupaya mengantisipasi penularan dari klaster takziah itu.

Pihaknya dibantu aparat Babinsa dan Babinkamtibmas telah menyemprotkan cairan disinfektan di kampung guna mengantisipasi penularan Covid-19. Selain itu, lokasi Kampung RT 012/RW 001 juga telah di-lockdown untuk batas waktu yang belum ditentukan.

“Mengingat RT 012 sudah ditetapkan sebagai zona merah, maka kesepakatan bersama, lokasinya kita portal. Akses keluar masuk warga kita batasi,” imbuhnya.

Pihakknya juga telah melakukan isolasi secara mandiri terhadap warga yang tertular Covid-19 dari klaster takziah itu.“Dari 25 orang yang terpapar, dua di antaranya sudah sembuh. Sedang 23 orang lainnya berstatus OTG [orang tanpa gejala],” imbuhnya.Sementara itu, Kapolsek Gajahmungkur, Kota Semarang, Kompol Juliana B.R., membenarkan adanya penularan Covid-19 di Sampangan. Pihaknya sudah mengecek lokasi dan mendapati banyak warga tertular.“Kondisinya sekarang kita awasi terus memakai program PPKM mikro. Kita setiap hari ke sana,” ujarnya. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.comhttps://www.youtube.com/watch?v=G7O8VOqmwFI

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler