Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Karanganyar - Klaster penularan Covid-19 dari lingkungan masjid kembali muncul di Karanganyar. Kali ini klaster itu berada di wilayah Pundungrejo, Desa Jati, Kecamatan, Jaten, Karanganyar.

Dari informasi yang ada, sebanyak 12 orang jemaah masjid tersebut terkonfirmasi positif Covid-19. Hal itu dibenarkan Kades Jati, Haryanto, Minggu (25/4/2021).

Haryanto mengatakan kasus Covid-19 di masjid itu merebak di masjid wilayah Jati pada pekan pertama Ramadan. Tepatnya saat jemaah mengikuti Salat Jumat.

Warga mencurigai adanya pernyebaran Covid-19 di masjid karena banyak yang batuk lalu meminta jemaah diuji swab. Hasilnya, terdapat 12 orang jemaah masjid terkonfirmasi positif. Jumlah kasus positif Covid-19 dari klaster masjid di Jaten, Karanganyar, ini termasuk banyak.

“Memang benar ada klaster masjid. Kalau dilihat dari posisinya masjid itu kerap digunakan orang melintas untuk ibadah. Jadi tidak tahu juga awalnya dari siapa. Lalu kok pas Jumatan pekan pertama puasa itu banyak yang batuk, warga curiga. Tapi masjid itu kan digunakan warga satu dusun, semua kontak erat satu dusun di-tracing dan data terakhirnya sampai saat ini sudah 12 orang yang positif,” ujarnya seperti dikutip Solopos.com.

Akibat hal tersebut warga setempat memutuskan menutup sementara semua kegiatan di masjid mulai Jumat (23/4/2021). Selain itu, warga yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster masjid di Jaten, Karanganyar, saat ini menjalani isolasi mandiri dan terpantau dalam kondisi baik.

Haryanto menegaskan setelah ada klaster masjid di wilayahnya, ia meminta semua tempat ibadah Desa Jati memperketat prokes.

“Sudah diberikan selebaran untuk memperketat prokes. Sebisa mungkin diputus rantai persebarannya,” bebernya.Terpisah, Kepala Satpol PP Karanganyar, Yophy Eko Jatiwibowo, mengatakan munculya klaster Covid-19 di masjid Jaten itu ditindaklanjuti Satpol PP dengan meningkatkan patroli prokes.Patroli dan pengawasan itu khususnya di tempat-tempat ibadan. Namun, ia menegaskan fungsi Satpol PP hanya membantu Satgas Covid-19 desa dan kecamatan.“Karena ini masih PPKM mikro kan tanggung jawab ada pada Pemdes dan Pemcam. Kami hanya membantu karena tidak mungkin kami mengawasi seluruh Karanganyar,” bebernya.Satpol PP sudah berkomunikasi dengan pengurus masjid dan tempat ibadah lainnya untuk memperketat prokes agar tidak terjadi hal yang sama. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News