Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Klaten – Salah satu masjid di Klaten terpaksa ditutup selama tiga hari sejak Senin (3/5/2021) sore untuk starilisasi  seteah salah satu takmir masjid positif Covid-19.

Masjid tersebut adalah Masjid Al Akbar yang berlokasi di Kauman RT 25/RW 11, Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten.

Mengutip dari Solopos.com, penutupan sementara Masjid Al Akbar Kauman, Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, bermula dari seorang pengurus masjid setempat, ST, dinyatakan terpapar virus corona pada Senin siang.

Di Masjid Al Akbar Kauman Wedi, ST dipercaya sebagai bendahara pengurus masjid. Selain itu, ST sering menjalankan ibadah salat di Masjid Al Akbar.

Sehari-harinya, ST dikenal sebagai seorang pedagang di bidang konveksi. Mobilitas ST tergolong tinggi mengingat aktivitas berdagangnya hingga ke Sleman dan Purworejo.

Informasi ST dinyatakan terkonfirmasi Covid-19 itu langsung didengar para pengurus Masjid Kauman. Guna mencegah persebaran Covid-19, takmir masjid/pengurus masjid melakukan penyemprotan desinfektan.

Selanjutnya, pengurus memutuskan menutup sementara Masjid Al Akbar Kauman selama tiga hari.

"Sebelum dinyatakan terpapar virus corona itu, Pak ST memang merasakan batuk-batuk. Sejak itu, Pak ST sebenarnya sudah salat di rumah (salat wajib dan Salat Tarawih). Di masjid kami memang ada peraturan jika ada yang batuk-batuk atau pun sakit lebih baik salat di rumah terlebih dahulu," kata Wakil Ketua Pengurus Masjid Al Akbar Kauman, Kalitengah, Wedi, Suminta, Selasa (4/5/2021).

"Pak ST sempat berobat ke klinik dua kali tapi tak kunjung sembuh. Lalu, Pak ST menjalani tes swab di rumah sakit, Jumat pekan lalu. Hasilnya, diketahui kemarin siang," imbuhnya.

Suminta mengatakan penutupan sementara dilakukan guna memutus mata rantai virus corona. Hal itu sudah disosialisasikan ke seluruh elemen masyarakat di Kauman, Kalitengah.
"Rencananya, istri Pak ST akan menjalani tes swab di Puskesmas Wedi hari ini," katanya.Disinggung tentang dari mana ST terpapar virus corona, Suminta mengaku belum mengetahuinya secara detail.Terlepas dari hal itu, pengurus masjid langsung gerak cepat menindaklanjuti kabar ST yang terpapar virus corona dengan menyemprot desinfektan dan menutup sementara masjid tersebut."Selama Ramadan ini, masjid hanya digunakan salat wajib dan salat tarawih. Itu pun dilakukan dengan menaati protokol kesehatan. Kegiatan lain, seperti tadarusan dan lainnya dilakukan di masing-masing rumah warga. Penutupan sementara masjid ini baru kali pertama. Semoga, seluruh warga dan jemaah bisa memahami. Penutupan sementara berlangsung tiga hari. Nanti akan dilihat perkembangan lebih lanjut apakah perlu diperpanjang lagi atau tidak," katanya.Sebelumnya, Satgas PP Covid-19 Klaten terus mengimbau ke seluruh elemen masyarakat di Klaten agar tetap menaati protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.Kasus Covid-19 masih terus bertambah hingga Senin (3/5/2021) sore. Penambahan kasus Covid-19 hingga waktu tersebut mencapai tiga orang. Sedangkan jumlah pasien Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh mencapai 61 orang."Jumlah kumulatif Covid-19 di Klaten mencapai 7.779 kasus. Sebanyak 267 orang menjalani perawatan/isolasi mandiri. Sebanyaj 7.000 orang dinyatakan sembuh. Sebanyak 512 orang meninggal dunia," kata Koordinator Penanganan Kesehatan Satgas PP Covid-19 Klaten, Cahyono Widodo. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News