Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Wonogiri – Pasar Tirtomoyo, Wonogiri terpaksa ditutup selama lima hari mulai Selasa (4/5/2021) hingga Sabtu (8/5/2021). Penutupan ini dilakukan setelah tiga pedagang di pasar tersebut terkonfirmasi positif Corona atau Covid-19.

Rencananya, pasar akan buka kembali Minggu (9/5/2021) mendatang. Selama ditutup, pasar akan diseterilisasi salah satunya dengan menyemprotkan disinfektan.

Sebagai informasi, Pasar Tirtomoyo mempunyai hari pasaran Kliwon. Penutupan Pasar Tirtomoyo lebih lama dibandingkan penutupan pasar lainnya.

Sebelumnya, Pasar Sidoharjo juga sempat ditutup karena ada kasus Covid-19 pada November 2020. Demikian juga Pasar Slogohimo pada April 2021. Namun, kedua pasar tradisional itu hanya tutup selama tiga hari.

"Pedagang Pasar Tirtomoyo yang positif Covid-19 dan meninggal dunia ada tiga orang," kata Bupati Wonogiri, Joko Sutopo seperti dikutip Solopos.com, Selasa (4/5/2021).

Pria yang akrab dengan sapaan Jekek itu mengatakan hingga kini proses tracing masih terus dilakukan. Hasil tes PCR masih menunggu sehingga belum dapat dipastikan berapa jumlah keseluruhan pedagang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Menurut Jekek, penutupan Pasar Tirtomoyo dilakukan selama lima hari karena berdasarkan angka penularannya cukup tinggi. Hal itu sebagai upaya antisipasi agar tidak terjadi kondisi yang lebih parah.

Berdasarkan hasil tracing, kata Jekek, awal mula adanya kasus Covid-19 di Pasar Tirtomoyo, Wonogiri, itu bersumber dari klaster perjalanan. Mendekati lebaran, mobilitas atau aktivitas pemudik di pasar tinggi.
Kategori orang positif Covid-19 tanpa gejala (OTG) tidak terdeteksi hingga akhirnya menyebabkan penularan."Konsekuensi ke kinerja Satgas yakni melakukan monitoring. Terutama di ruang publik, termasuk pasar. Menjelang lebaran akan dilakukan pemantauan protokol kesehatan yang ketat di pasar. Selain itu kebijakan pemerintah juga mengarah kepada upaya pencegahan," kata Jekek.Diberitakan sebelumnya, Pasar Tirtomoyo ditutup sementara sebagai langkah memutus mata rantai persebaran Covid-19 di area pasar. Mulai Selasa atau hari pertama penutupan dilakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh area pasar dan terminal.Sebelum penutupan, pada Senin (3/5/2021), Forkopimcam Tirtomoyo, Dinas KUKM dan Perindag, dan Satgas Kabupaten Wonogiri melakukan monitoring sekaligus sosialisasi menjelang penutupan pasar.Paguyuban pedagang dilibatkan dalam proses itu. Selama pasar ditutup tidak ada pasar darurat di Tirtomoyo. Hal itu dilakukan agar benar-benar bisa memutus rantai persebaran Covid-19. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News