Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Solo — Warga Ngoresan, Jebres, Solo digegerkan dengan temuan penghuni kos yang meninggal di kamar indekosnya. Perempuan berinisial PR (23) yang diketahui berasal daru Bogor, Jawa Barat itu ditemukan meninggal, Jumat (21/5/2021) malam sekitar pukul 22.30 WIB.
Setelah ditemukan, jasad wanita tersebut dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr. Moewardi Solo untuk proses pemeriksaan medis.
Sukarelawan Rajawali Merah Putih, Luthfi Ahmad Rifai mengatakan kronologi awal penemuan korban saat rekan indekos curiga sejak pagi hingga malam korban tidak keluar.
Lalu, lampu kamar indekos dalam keadaan mati padahal korban berada di dalam kamar.
“Dicek pakai kunci cadangan ternyata korban di dalam kamar posisi telentang. Ada laptop terbuka posisi mati dan korban masih memakai headset,” katanya seperti dikutip Solopos.com.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Petugas mengevakuasi jenazah di kamar indekos wilayah Ngoresan, Jebres, Solo, Jumat (21/5/2021). (Istimewa-dok. Sukarelawan)[/caption]
MURIANEWS, Solo — Warga Ngoresan, Jebres, Solo digegerkan dengan temuan penghuni kos yang meninggal di kamar indekosnya. Perempuan berinisial PR (23) yang diketahui berasal daru Bogor, Jawa Barat itu ditemukan meninggal, Jumat (21/5/2021) malam sekitar pukul 22.30 WIB.
Setelah ditemukan, jasad wanita tersebut dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr. Moewardi Solo untuk proses pemeriksaan medis.
Sukarelawan Rajawali Merah Putih, Luthfi Ahmad Rifai mengatakan kronologi awal penemuan korban saat rekan indekos curiga sejak pagi hingga malam korban tidak keluar.
Lalu, lampu kamar indekos dalam keadaan mati padahal korban berada di dalam kamar.
“Dicek pakai kunci cadangan ternyata korban di dalam kamar posisi telentang. Ada laptop terbuka posisi mati dan korban masih memakai headset,” katanya seperti dikutip