Bupati Wonogiri Soroti Selisih Data Covid-19 Pusat dan Daerah: Itu Kemenkes Dapat dari Mana?
Murianews
Rabu, 2 Juni 2021 17:15:20
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Wonogiri – Status Kabupaten Wonogiri yang ditetapkan sebagai zona merah penyebaran Covid-19 membuat kaget semua orang. Salah satunya Bupati Wonogiri, Joko Sutopo.
Bupati yang akrab disapa Jekek itu pun menyoroti perbedaan data pusat dengan daerah. Ia pun menyampaikan bahwa data yang disampaikan Kementerian Kesehatan dengan data yang dimiliki Wonogiri tidak sinkron.
Bahkan, ada selisih 123 jumlah kasus antara data pusat dengan daerah yang menyebabkan Wonogiri masuk zona merah. Ironisnya, dari data itu, Wonogiri merupakan satu-satunya daerah di Jawa Tengah yang masuk zona merah. Selain itu di Jawa hanya Wonogiri dan Cirebon.
“Hal itu kan tidak logis. Yang menjadi pertanyaan kami data yang dikeluarkan Kemenkes itu panduannya apa. Datanya harus terklarifikasi,” kata dia seperti dikutip Solopos.com, Rabu (2/6/2021).
Menurut Jekek, data yang berada di pemerintah pusat memang tidak diperdebatkan. Namun, ia berharap sebelum data dari pusat ditampilkan ada pertanggungjawaban validasi data yang dilakukan. Jika tidak demikian bisa menimbulkan kepanikan baru.
Bupati menambahkan dengan diumumkannya Wonogiri sebagai zona merah namun tidak sesuai dengan fakta yang ada bisa menurunkan semangat para pihak yang selama ini membantu memutus mata rantai persebaran Covid-19. Terlebih di Wonogiri, para Ketua RT dan RW dilibatkan langsung dalam penanganan Covid-19.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Bupati Wonogiri Joko Sutopo. (Solopos.com)[/caption]
MURIANEWS, Wonogiri – Status Kabupaten Wonogiri yang ditetapkan sebagai zona merah penyebaran Covid-19 membuat kaget semua orang. Salah satunya Bupati Wonogiri, Joko Sutopo.
Bupati yang akrab disapa Jekek itu pun menyoroti perbedaan data pusat dengan daerah. Ia pun menyampaikan bahwa data yang disampaikan Kementerian Kesehatan dengan data yang dimiliki Wonogiri tidak sinkron.
Bahkan, ada selisih 123 jumlah kasus antara data pusat dengan daerah yang menyebabkan Wonogiri masuk zona merah. Ironisnya, dari data itu, Wonogiri merupakan satu-satunya daerah di Jawa Tengah yang masuk zona merah. Selain itu di Jawa hanya Wonogiri dan Cirebon.
“Hal itu kan tidak logis. Yang menjadi pertanyaan kami data yang dikeluarkan Kemenkes itu panduannya apa. Datanya harus terklarifikasi,” kata dia seperti dikutip