Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Klaten – Satgas Percepatan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Klaten mengakui ada tiga klaster penyebaran Covid-19 di Klaten yang berawal dari Kudus. Klaster itu diketahui disebabkan warga sepulang dari Kudus dan terpapar Covid-19.

Tim Ahli Satgas Percepatan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Klaten, Roni Roekmito menyebutkan, ketiga desa yang kini jadi zona merah penyebaran Covid itu adalah Desa Tijayan, Buntalan, dan Kalikotes.

Roni menjelaskan kasus terbaru klaster Covid-19 di Klaten ada di di Desa Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah dan dari Kecamatan Kalikotes. Di Desa Buntalan karena ada seorang atlet pulang dari Kudus.

"Yang Buntalan klaster keluarga, dari Kudus juga. Katanya atlet pulang, tempat pelatihannya di Kudus," kata Roni seperti dikutip Solopos.com.

Di Desa Buntalan, papar Roni, dari laporan terakhir ada enam orang yang di-tracing. Sumber penularannya ada satu. "Ada enam orang kita tracing. Sumbernya ada satu, itu yang bersangkutan karena pulang dari Kudus," lanjut Roni.

Sementara kasus Covid-19 di Kalikotes, klaster Covid-19 tersebut menyebabkan enam orang terpapar. Enam orang itu masih satu keluarga. "[Di] Kalikotes ada enam positif semua, satu keluarga. Kondisinya isolasi mandiri semua, hari ini dilakukan PCR," imbuh Roni.
Namun demikian, Roni belum bisa memastikan jenis atau varian virus Corona yang menyebar di ketiga klaster Corona tersebut dari. "Kalau mengacu pengumuman Gubernur, di Kudus itu ada dua yaitu varian India dan satu lainnya. Yang di Klaten kita belum tahu varian apa," pungkas Roni.Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan saat ini Klaten zonasi masih oranye. Pihaknya telah melakukan langkah-langkah pencegahan."Kita terus melakukan langkah strategis pencegahan, salah satunya dengan penyemprotan massal. Zonasinya memang oranye tapi mengkhawatirkan," jelas Mulyani. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler