Sungai Garuda Meluap, Tiga Desa di Sragen Terendam Banjir Empat Jam
Murianews
Kamis, 17 Juni 2021 12:29:37
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Sragen — Sungai Garuda Sragen meluap, Kamis (17/6/2021) dinihari. Akibatnya, air sungai tersebfut menggenangi sejumlah daerah di tiga desa/kelurahan di Kecamatan Sragen Kota, Sragen, selama empat jam
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Sugeng Priyono menyampaikan sungai meluap mulai Rabu (16/6/2021) malam pukul 22.00 WIB dan baru surut pada Kamis, pukul 02.00 WIB.
Akibatnya, debit air meninggi dan meluap. Ia pun berharap hujan tidak kembali mengguyur daerah hulu Garuda, terutama wilayah Kabupaten Karanganyar. Dengan begitu debit air di Bengawan Solo juga cukup tinggi.
“Hujan deras di wilayah Sragen dan hulu Sungai Garuda terjadi sejak Rabu pukul 15.20 WIB. Hujan yang tinggi hingga malam hari menyebabkan air sungai meluap dan menggenangi sejumlah daerah di wilayah Kelurahan Karangtengah dan Desa Tangkil, Kecamatan Sragen Kota. Ketinggian air sekitar 20-40 cm,” katanya seperti dikutip Solopos.com.
Berdasarkan laporan dari sukarelawan kemanusiaan, Sugeng mencatat sejumlah daerah yang tergenang air, yakni di Dukuh Klitik Kelurahan Karangtengah ada dua RT, dan air masuk satu rumah.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Petugas BPBD Sragen memantau banjir yang menggenangi jalanan di samping Ponpes Darul Ihsan Muhammadiyah di Ngepringan, Karangtengah, Sragen, Kamis (17/6/2021) dinihari. (Istimewa-BPBD Sragen)[/caption]
MURIANEWS, Sragen — Sungai Garuda Sragen meluap, Kamis (17/6/2021) dinihari. Akibatnya, air sungai tersebfut menggenangi sejumlah daerah di tiga desa/kelurahan di Kecamatan Sragen Kota, Sragen, selama empat jam
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Sugeng Priyono menyampaikan sungai meluap mulai Rabu (16/6/2021) malam pukul 22.00 WIB dan baru surut pada Kamis, pukul 02.00 WIB.
Akibatnya, debit air meninggi dan meluap. Ia pun berharap hujan tidak kembali mengguyur daerah hulu Garuda, terutama wilayah Kabupaten Karanganyar. Dengan begitu debit air di Bengawan Solo juga cukup tinggi.
“Hujan deras di wilayah Sragen dan hulu Sungai Garuda terjadi sejak Rabu pukul 15.20 WIB. Hujan yang tinggi hingga malam hari menyebabkan air sungai meluap dan menggenangi sejumlah daerah di wilayah Kelurahan Karangtengah dan Desa Tangkil, Kecamatan Sragen Kota. Ketinggian air sekitar 20-40 cm,” katanya seperti dikutip