Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Sragen – Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi mengaku sudah melakukan penyelidikan terkait kasus pesilat yang nekat berkonvoi saat PPKM Darurat.

Dari penyelidikan tersebut, kelompok pesilat tersebut diduga berasal perguruan silat Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti.

Dikutip dari Solopos.com, pihaknya mengaku langsung melakukan penyekatan setelah mendapat laporan konvoi tersebut. Penyekatan dilakukan di perbatasan kecamatan terutama di wilayah Tanon dan Mondokan.

Polisi lantas membubarkan massa yang melakukan konvoi dan mengganggu ketertiban. Tidak hanya itu, polisi juga meminta keterangan sejumlah warga sebagai saksi, termasuk beberapa anggota perguruan silat yang mengikuti konvoi seusai dikukuhkan sebagai anggota IKSPI Kera Sakti.

Baca: Geger Pesilat di Sragen Konvoi Sambil Nyalakan Flare saat PPKM Darurat

Keterangan dari sejumlah saksi itu menjadi bahan bagi polisi untuk menggelar penyelidikan. Hanya dalam waktu sehari, polisi telah menaikkan status penanganan perkara itu dari penyelidikan ke penyidikan.

“Sudah kita lakukan penyidikan. Akan ada beberapa orang yang kita tetapkan sebagai tersangka,” tegas Kapolres, Senin (12/7/2021).

Pengurus Cabang IKSPI Sragen Bidang Humas Effendi membenarkan ada kegiatan pengukuhan anggota baru yang dilaksanakan di tempat latihan masing-masing demi menghindari kerumunan.

Dalam hal ini, hanya pengurus cabang dan pengurus ranting yang mengetahui informasi terkait adanya kegiatan pengukuhan anggota baru tersebut.“Pelaksanaan (pengukuhan) selesai pukul 18.30 WIB. Di tempat penyelenggaraan tidak ada kerumunan. Tapi pada pukul 20.00 WIB, kok ada laporan konvoi,” ujar Effendi.Effendi menegaskan para pengurus cabang dan ranting tidak tahu menahu terkait rencana konvoi yang dilakukan saat PPKM Darurat diberlakukan di Sragen.Menurutnya, konvoi itu dilaksanakan oleh komunitas dari perguruan silat tanpa sepengetahuan pengurus cabang dan ranting.Pengukuhan anggota baru itu, kata Effendi, juga bersifat rahasia karena hanya diketahui oleh pengurus cabang dan ranting. Terkait adanya keributan yang terjadi antara anggota perguruan silat dengan warga di Suwatu, Effendi mengaku tidak mengetahui laporan itu.“Dari pengurus (cabang) semalam, kalau ada anggota dari komunitas yang melanggar prokes [protokol kesehatan] selama berlangsungnya PPKM darurat, silakan ditindak sesuai aturan yang berlaku,” tegas Effendi. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler