Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Tegal – Tingginya kasus Covid-19 di Indonesia ternyata masih ada yang menolak menerima vaksin Covid-19. Meski begitu, sebagian dari mereka justru meminta surat keterangan sudah divaksin demi mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah.

Peristiwa itu terjadi di Kota tegal. Mereka menolak karena tidak percaya dan juga sudah terlanjur termakan hoaks bahwa vaksinasi itu tidak aman dan banyak menyebabkan efek samping dan bisa menimbulkan kematian.

Dikutip dari Ayosemarang.com, kejadian tersebut terjadi di Kecamatan Margadana, Kota Tegal. Di kecamatan tersebut, terdapat sejumlah masyarakat yang datang ke pelayanan vaksinasi hanya meminta surat keterangan vaksinnya saja tanpa mau disuntik.

Kebanyakan dari mereka yakni masyarakat yang terdaftar jadi penerima bantuan sosial dari pemerintah.

Kepala Puskesmas Sumurpanggang, Kota Tegal, dr Wahidin mengungkapkan, dalam waktu dua hari terakhir ini banyak masyarakat yang datang ke layanan vaksinasi hanya untuk meminta surat keterangan vaksin.

"Ya intinya banyak masyarakat yang datang ke tempat vaksin tapi tidak mau divaksin. Mereka hanya ingin surat vaksinnya saja agar bantuan sosial dari pemerintah bisa cair. Karena syaratnya harus ada surat vaksin," katanya, Jumat (23/7/2021).

Ia menyebutkan, hal itu banyak ditemukan di Kelurahan Margadana dan Kalinyamat Kulon. Di sana ada sekira 10-an orang lebih.

"Dua kelurahan itu yang banyak. Antara 10-an orang ke atas. Kemarin juga di Kelurahan Sumurpanggang ada yang seperti itu, cuma minta surat vaksinnya saja," ucapnya.

Wahidin mengatakan, mereka yang enggan divaksin karena sudah terhasut berita hoaks, sehingga takut. Bahkan, ada yang menyebut vaksin bisa menyebabkan kematian.
"Alasannya macam-macam. Katanya divaksin nanti mati, nanti kaya gini, kaya gini. Ini jelas dia sudah termakan oleh hoaks terkait dengan vaksin," tuturnya.Meski begitu, ia pun menegaskan, pihaknya tidak akan mengeluarkan surat keterangan vaksin bagi masyarakat yang enggan divaksin."Apapun yang terjadi, kalau ada masyarakat yang meminta seperti itu, kami tidak akan pernah mengeluarkan surat vaksin kalau dia tidak pernah divaksin. Kecuali bagi masyarakat yang tidak layak untuk divaksin," tegasnya.Wahidin mencontohnya, masyarakat yang tidak layak vaksin misalnya lansia yang kondisi kesehatannya tidak stabil atau tidak memungkinkan untuk vaksin."Baru nanti kita buatkan surat dengan keterangan kondisi kesehatannya tidak layak vaksin. Kalau dia darah tinggi, kencing manis, saya sarankan dulu untuk berobat ke puskesmas. Nanti kalau sudah satu dua hari minum obat. Cek ulang," jelasnya.Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar jangan mudah terpercaya dengan informasi yang tidak jelas. Padahal, vaksin ini untuk melindungi diri, keluarga serta untuk menyehatkan diri sendiri dan masyarakat sekitar. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Ayosemarang.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler