578 Anak di Kota Semarang Terpapar Covid-19 Selama Pandemi, Lima di Antaranya Meninggal
Murianews
Sabtu, 24 Juli 2021 12:26:25
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Semarang – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang mencatat ada 578 anak di Kota Semarang yang terpapar Covid-19 selama pandemi berlangsung. Dari jumlah tersebut lima di antaranya meninggal dunia.
Kepala DP3A Kota Semarang, M Khadik menjelaskan, pada awal pandemi kasus Covid-19 lebih banyak terjadi kepada usia dewasa dan lansia.
Namun seiring berjalannya waktu, di Kota Semarang, tercatat sudah ada 578 anak terpapar Covid-19 dan lima di antaranya meninggal dunia.
"Kalau melihat kasusnya memang cukup besar, tapi akhir-akhir ini Kota Semarang sejak PPKM darurat sudah semakin menurun. Kami berharap akan terus menurun," ucap Khadik seperti dikutip Beritajateng.net, Jumat (23/7/2021).
Saat ini, lanjutnya, Pemkot Semarang sudah berupaya secara maksimal menyediakan tempat isolasi hingga tingkat RT. Dengan adanya tempat itu, anak-anak yang terpapar Covid-19 bisa memanfaatkan fasilitas tersebut untuk menjalani isolasi.
"Pemkot melalui DP3A selalu memberi penguatan langsung agar anak-anak tangguh dalam menghadapi covid-19," ujar Khadik.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Ilustrasi klaster Covid-19 di lingkungan keluarga. (Freepik)[/caption]
MURIANEWS, Semarang – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang mencatat ada 578 anak di Kota Semarang yang terpapar Covid-19 selama pandemi berlangsung. Dari jumlah tersebut lima di antaranya meninggal dunia.
Kepala DP3A Kota Semarang, M Khadik menjelaskan, pada awal pandemi kasus Covid-19 lebih banyak terjadi kepada usia dewasa dan lansia.
Namun seiring berjalannya waktu, di Kota Semarang, tercatat sudah ada 578 anak terpapar Covid-19 dan lima di antaranya meninggal dunia.
"Kalau melihat kasusnya memang cukup besar, tapi akhir-akhir ini Kota Semarang sejak PPKM darurat sudah semakin menurun. Kami berharap akan terus menurun," ucap Khadik seperti dikutip