Desa Giriroto Boyolali Jadi Percontohan Pertanian Terintegrasi, Mentan: Presiden Mau Lihat Konsepnya
Murianews
Sabtu, 31 Juli 2021 13:41:43
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Boyolali — Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengunjungi Desa Giriroto, Jumat (30/7/2021) kemarin. Kunjungan itu disebut sebagai tindak lanjut pemantauan Kecamatan Ngemplak sebagai percontohan pertanian terintegrasi.
Menteri bersama rombongan tiba di Giriroto sekitar pukul 11.00 WIB. Pada kunjungan tersebut dia memberikan sedikit penjelasan mengenai pertanian terintegrasi yang dikembangkan di Ngemplak.
“Hari ini [kemarin] di Kecamatan Ngemplak, Presiden mau melihat konsepnya itu konsep korporasi pertanian melalui pekarangan rumah tangga. Kami coba di sini. Satu kecamatan ini akan ada percobaan atas perintah Presiden, untuk bagaimana memberi ruang ke masyarakat, [dengan lahan] di sekitar rumahnya bisa mendapatkan pendapatan,” kata dia seperti dikutip Solopos.com.
Selain produk pertanian, nantinya juga akan disiapkan pengolahannya sampai dengan pemasarannya. “Konsentrasi dan korporasi dari masyarakat di sini. Presiden meminta agar selain market yang harus jelas, harus buat industri pengolahannya. Untuk itu akan menggunakan dana KUR, dengan fasilitasi subsidi pemerintah,” lanjut dia.
Dia meminta masyarakat di desa bisa memanfaatkan pekarangan sebagai lahan pertanian atau perkebunan. Pekarangan warga bisa ditanam berbagai jenis tanaman mulai dari sayur buah dan tanaman lain yang bermanfaat. Melalui cara itu diharapkan masyarakat bisa memiliki pendapatan sampingan dari lahan pekarangannya.
“Bertani sekarang ini dengan, katakanlah kemajuan riset, sains dan teknologi, tidak harus dengan hamparan luas. Di pekarangan pun bisa bertani. Ada yang satu bulan, dua bulan bisa menghasilkan,” lanjut dia.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, berkunjung ke Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jumat (30/7/2021). (Solopos.com)[/caption]
MURIANEWS, Boyolali — Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengunjungi Desa Giriroto, Jumat (30/7/2021) kemarin. Kunjungan itu disebut sebagai tindak lanjut pemantauan Kecamatan Ngemplak sebagai percontohan pertanian terintegrasi.
Menteri bersama rombongan tiba di Giriroto sekitar pukul 11.00 WIB. Pada kunjungan tersebut dia memberikan sedikit penjelasan mengenai pertanian terintegrasi yang dikembangkan di Ngemplak.
“Hari ini [kemarin] di Kecamatan Ngemplak, Presiden mau melihat konsepnya itu konsep korporasi pertanian melalui pekarangan rumah tangga. Kami coba di sini. Satu kecamatan ini akan ada percobaan atas perintah Presiden, untuk bagaimana memberi ruang ke masyarakat, [dengan lahan] di sekitar rumahnya bisa mendapatkan pendapatan,” kata dia seperti dikutip