Harga Anjlok, Petani Garam di Demak Terancam Rugi Puluhan Juta
Murianews
Sabtu, 7 Agustus 2021 11:15:27
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Demak – Memasuki masa panen garam, para petani garam di Kabupaten Demak dibuat kelimpungan. Pasalnya, harga garam di Kota Wali itu kini hanya Rp 30 ribu per kwintal.
Harga tersebut jauh di bawah harga panen tahun lalu yang mencapai Rp 50 ribu per kwintal. Akibatnya, petani garam terancam merugi hingga puluhan juta di masa panen tahun ini.
Salah satu petani garam dari Desa Kedungmutih kecamatan Wedung Mashuri mengatakan, tahun ini harga garam sangat rendah jika dibanding tahun lalu.
Tahun lalu garam masih laku Rp 50 ribu perkwintal. Namun pada musim garam tahun ini laku Rp 30 perkwintal.
“Padahal untuk harga Rp 50 ribu saja keuntungan petambak sangat minim,” katanya dalam siaran pers di laman Pemkab Demak
Mashuri menyebutkan, idealnya harga garam diatas Rp 70 ribu per kwintal. Jika harga di bawah itu petani bisa merugi. Untuk itu pihaknya berharap kepada pemerintah memberikan bantuan peralatan untuk membuat garam yaitu geomembran. Dengan adanya bantuan geomembran petani bisa terkurangi beban operasionalnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Petani garam memanen garamnya belum lama ini. (Dok.MURIANEWS)[/caption]
MURIANEWS, Demak – Memasuki masa panen garam, para petani garam di Kabupaten Demak dibuat kelimpungan. Pasalnya, harga garam di Kota Wali itu kini hanya Rp 30 ribu per kwintal.
Harga tersebut jauh di bawah harga panen tahun lalu yang mencapai Rp 50 ribu per kwintal. Akibatnya, petani garam terancam merugi hingga puluhan juta di masa panen tahun ini.
Salah satu petani garam dari Desa Kedungmutih kecamatan Wedung Mashuri mengatakan, tahun ini harga garam sangat rendah jika dibanding tahun lalu.
Tahun lalu garam masih laku Rp 50 ribu perkwintal. Namun pada musim garam tahun ini laku Rp 30 perkwintal.
“Padahal untuk harga Rp 50 ribu saja keuntungan petambak sangat minim,” katanya dalam siaran pers di laman