Viral Video Kekerasan Pelajar Kendal saat Kelulusan, Kadisdikbud: Miris Lihatnya
Murianews
Kamis, 12 Agustus 2021 14:50:21
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Kendal – Dunia Pendidikan kembali dicoreng dengan aksi kekerasan yang diduga dilakukan pelajar di Kendal. Hal ini seiring dengan beredar luasnya video berdurasi 1 menit 15 detik yang memperlihatkan aksi konvoi kelulusan dengan menutup akses jalan Lingkar Weleri Pantura Kendal.
Selain menutup akses jalan, video tersebut juga memperlihatkan kekerasan tawuran pelajar yang terekam CCTV. Video itu pun kian viral setelah beredar luas di jejaring media sosial dan grup WhatsApp (WA) di Kendal sepekan terakhir.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf mengaku miris dan kecewa melihat kekerasan pelajar tersebut.
"Saya resah dan miris setelah melihat video kekerasan pelajar tersebut. Sungguh tidak mencerminkan seorang pelajar, ini ironi bagi dunia pendidikan," katanya seperti dikutip Ayosemarang.com, Kamis (12/8/2021).
Ia menyayangkan aksi konvoi pelajar setelah pengumuman kelulusan beberapa bulan lalu yang seharusnya tidak dilakukan dengan cara seperti itu.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Potongan video kekerasan pelajar yang melakukan konvoi dan mengeroyok sesama pelajar di sebuah SPBU di wilayah Weleri. (Ayosemarang.com)[/caption]
MURIANEWS, Kendal – Dunia Pendidikan kembali dicoreng dengan aksi kekerasan yang diduga dilakukan pelajar di Kendal. Hal ini seiring dengan beredar luasnya video berdurasi 1 menit 15 detik yang memperlihatkan aksi konvoi kelulusan dengan menutup akses jalan Lingkar Weleri Pantura Kendal.
Selain menutup akses jalan, video tersebut juga memperlihatkan kekerasan tawuran pelajar yang terekam CCTV. Video itu pun kian viral setelah beredar luas di jejaring media sosial dan grup WhatsApp (WA) di Kendal sepekan terakhir.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf mengaku miris dan kecewa melihat kekerasan pelajar tersebut.
"Saya resah dan miris setelah melihat video kekerasan pelajar tersebut. Sungguh tidak mencerminkan seorang pelajar, ini ironi bagi dunia pendidikan," katanya seperti dikutip