Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Sragen – Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto resmi berangkatkan Satgas Pamtas Penyangga (Mobile) RI-PNG Yonif Raider 408/Suhbrastha ke Papua, Senin (16/08/2021). Pemberangkatan tersebut dilakukan langsung di Mako Yonif R 408/SBH Sragen.

Pemberangkatan tersebut dilakukan setelah mereka menempa latihan khusus selama satu tahun untuk mengemban tugas operasi perbatasan.

”Prajurit ini sudah ditempa, baik latihan perorangan, kelompok, regu, pleton, kompi, Latihan Penyiapan Pratugas (LPP) hingga Latihan Pratugas (LP). Arti sudah matang dan siap melaksanakan tugas,” tegas Pangdam dalam siaran pers di laman Kodam IV Diponegoro, Senin (16/8/2021).

Pangdam juga menegaskan, Yonif 408/SBH merupakan Satuan solid yang diperkuat dari beberapa unsur. Mereka juga memiliki disiplin pribadi dan kelompok yang berada di atas rata-rata.

“Kalau kau tidak punya disiplin pribadi gak bisa dan tidak ada gunanya, bedanya tentara profesional dan tidak terlihat di situ saja” ucapnya.

Ia pun menegaskan, disiplin pribadi merupakan faktor utama untuk menjadikan organisasi kuat yang dapat mendukung terwujudnya Satuan Suhbrastha yang hebat.

Selain organisasi yang sudah matang, Pangdam juga menekankan kepada Satgas Yonif R 408/SBH untuk selalu menjunjung tinggi nama “Suhbrastha” dimanapun berada sebab kata tersebut memiliki makna besar yang berarti senjata ampuh pemusnah angkara murka ( Musuh Negara ).
“Senjata pamungkasmu Suhbrastha, semua orang di sini bertanggung jawab untuk kehormatan Suhbrastha karena itu adalah kebangganmu”, ungkapnya.Berkaitan dengan hal tersebut, Pangdam pun meminta semua prajurit yang selama melaksanakan tugas operasi harus selalu mengingat Tuhan YME. Hal tersebut merupakan salah satu faktor utama dari kesuksesan tugas sebab kesuksesan itu identik dengan dekatnya kita kepada Tuhan YME, lanjutnya.“Saya titip nama besar Kodam IV/Diponegoro dipundak kalian semua, saya tidak mau Yonif R 408/SBH berangkat kesana dianggap Tentara yang lemah lembut, betul kamu harus santun lemah lembut dengan rakyat tetapi disaat kontak tembak kau harus bringas kepada lawan” tegas Pangdam.“Seluruh Prajurit ikuti kata kata saya, “Saya Suhbrastha, akan saya junjung tinggi kehormatan kebanggaan Suhbrastha dimanapun tempat dan keadaan bagaimapun” tutupnya. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Kodam IV Diponegoro

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler