Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Wonogiri — Bayi perempuan yang dibuang dalam kardus dengan mulut diplester di Wonogiri ternyata sempat mengalami dehidrasi dan hipotermia atau kedinginan, Selasa (24/8/2021).

Meski begitu, bayi yang diduga baru lahir satu harian tersebut saat ini dalam keadaan sehat setelah mendapatkan perawatan di Puskesmas II Wonogiri.

Baca: Kejam! Bayi Perempuan Dibuang di Wonogiri, Dimasukkan Kardus dan Mulut Diplester

Bidan Puskesmas II Wonogiri, Sinta Rusitasari (36) mengatakan setelah dievakuasi oleh tim inafis Polres Wonogiri, bayi tersebut memang dibawa ke Puskesmas itu untuk dilakukan pemeriksaan.

"Saat ditemukan, lanjutnya, bayi tersebut terlihat lemas karena dehidrasi dan kedinginan. Selain itu, tali pusar bayi masih terdapat bercak darah karena tidak diklem," katanya.

Tak hanya itu, lanjutnya, saat diperiksa juga masih ada kotoran bayi berwarna hitam. Hal itu wajar terjadi saat bayi baru pertama keluar.

"Sampai di Puskesmas sini langsung kami bersihkan, tali pusarnya juga. Kemungkinan baru satu hari,” ungkapnya.

Baca: Embat Motor Teman, Karyawan Hotel di Purwokerto Terancam Empat Tahun PenjaraIa mengatakan berat bayi 2,3 kilogram, sedangkan panjang atau tinggi bayi 46 centimeter.“Semua normal, cuma minumnya belum kuat. Tadi kami beri susu formula juga. Karena berat badannya kurang dikit,” ungkap dia.Setelah dari Puskemas, kata Sinta, bayi akan dibawa ke klinik Kecamatan Bulu, Sukoharjo. Klinik itu milik salah satu bidan di Puskesmas II Wonogiri. Hal itu sudah mendapatkan persetujuan dari Dinas Sosial, karena klinik yang mengampu harus resmi.“Sesuai aturan, jika ada yang mau mengadopsi harus menunggu tiga bulan. Ada proses yang harus dilalui. Tadi sempat ada yang telepon dan datang ke sini berniat mau mengadopsi,” kata Sinta. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler