Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Boyolali — Kasus perusakan SD Negeri 2 Gunungsari, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali terus berlanjut. Saat ini Polres Boyolali bahkan sudah memeriksa enam saksi dalam kasus tersebut.

Kapolres Boyolali, AKBP Morry Ermond, mengatakan kasus perusakan SD di Kecamatan Wonosamodro, dari pihak Polres Boyolali sudah melakukan pemeriksaan dan penyelidikan.

“Kami masih terus dalami. Sudah ada enam saksi diperiksa. Kami sedang menganalisa siapa yang berpotensi sebagai tersangka. Jadi masih tahap penyelidikan,” kata dia seperti dikutip Solopos.com, Selasa (7/9/2021).

Meski begitu pihaknya belum bisa menyampaikan hasil analisis sementara yang sudah dilakukan, termasuk identitas pelaku. Namun dari hasil pemeriksaan, perusakan SD tersebut terjadi karena ketidakpuasan pelaku dengan instansi sekolah atau dengan individu.

“Secara detai belum bisa kami sampaikan. Namun bisa bisa kami sampaikan [dalam kasus itu] ada ketidakpuasan dari pelaku. Kalau dari TKP [tempat kejadian perkara], ada ketidakpuasan pelaku kepada sekolah tersebut, atau arahnya ke individu. Ini sedang coba kami dalami,” jelas dia.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Eko Marudin, menyebutkan enam saksi yang sudah diperiksa di antaranya adalah kepala sekolah, komite sekolah, penjaga sekolah, hingga penggarap lahan tanah.
Untuk diketahui, pada Kamis (2/9/2021), para guru di SD Gunungsari, Kecamatan Wonosamodro dikagetkan dengan pecahnya sejumlah kaca jendela bangunan sekolah. Mulai dari kaca ruang TK, kaca ruang kelas hingga kaca perpustakaan. Total ada 37 kaca jendela yang pecah.Kepala SD Negeri 2 Gunungsari, Wahid Sri Wahyono, menduga perusakan sd tersebut terjadi pada Rabu (1/9/2021) malam. Sebab hari sebelumnya saat para guru berada di sekolah, kondisi sekolah masih baik-baik saja.“Kemungkinan Rabu [1/9/2021] malam. Sebab hari sebelumnya belum ada dan baru diketahui pada Kamis pagi,” kata dia belum lama ini. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler