Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Semarang – Turunnya angka penurunan kasus Covid-19 di Jawa Tengah ternyata tak mengendurkan target pelacakan ( tracing) dan pengetesan ( testing).

Pj Sekda Jateng, Prasetyo Aribowo dalam paparannya saat rapat penanganan Covid-19, Selasa (14/9/2021) bahkan menegaskan, rasio tracing dan testing di Jateng justru terus digenjot. Pada minggu ke-36 saat ini saja, rasio testing di Jateng mencapai 217,58 persen.

”Pada minggu ke-36 saat ini saja, rasio testing di Jateng mencapai 217,58 persen. Jumlah itu meningkat dari minggu ke-35 kemarin yang hanya 147,77 persen,” katanya.

”Kalau dilihat dari testing harian, pada tanggal 12 September kemarin testing kita mencapai 258,90 persen dalam sehari,” katanya.

Bahkan, terdapat beberapa daerah di Jateng yang mencapai rasio testing lebih dari 100 persen. Hanya tersisa tujuh kabupaten/kota yang rasio testing nya masih di antara 50-100 persen.

”Tapi tidak ada daerah yang rasio testing-nya di bawah 50 persen,” jelasnya.

Sementara untuk tracing, terdapat enam kabupaten/kota yakni Kudus, Jepara, Batang, Rembang, Klaten, dan Temanggung yang sudah memenuhi rasio tracing dengan skema yakni 15 orang per satu kasus positif. Sementara daerah lainnya masih belum mencapai rasio itu.

"Untuk itu kami minta tracing ditingkatkan agar sesuai rasio yang ditentukan," jelasnya.Terkait kondisi Covid-19 di Jateng, Prasetyo menerangkan bahwa angka penambahan kasus pada 12 September kemarin sebanyak 168 kasus.Hal ini sejalan dengan tren positivity rate di Jateng yang juga terus menurun, dari 9,65 persen di minggu ke-35 menjadi 6,01 persen di minggu ke-36 ini.Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo juga mengingatkan semua daerah untuk tidak mengendurkan tracing dan testing. Menurutnya, cara itu penting dilakukan untuk mengetahui kondisi masyarakat yang sebenarnya.”Termasuk kami sudah membeli alat tes whole genome sequencing untuk mendeteksi apakah ada varian baru Covid-19 atau tidak di Jateng. Saya minta setiap daerah mulai mengambil sampel-sampel untuk dites menggunakan alat itu,” ucapnya. Reporter: SupriyadiEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler