Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Solo — Sejumlah siswa, guru, dan karyawan sekolah yang menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Solo menjadi sasaran tes antigen secara acak yang digelar Pemkot setempat, Rabu (22/9/2021).

Tes antigen acak tersebut dilakukan guna mencegah dan mengantisipasi adanya klaster PTM saat pembelajaran digelar.

Berdasarkan data yang ada, test antigen acak kali pertama dilakukan di SMKN 2 Solo. Dari test acak yang dilakukan, 149 siswa dan 20an guru di sekolah tersebut dinyatakan nonreaktif.

Baca: Antisipasi Klaster PTM di Grobogan, Swab Acak Digelar di Sekolah

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengaku test antigen tersebut bakal dilakukan rutin. Hanya saja, waktunya akan dilakukan mendadak tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu.

“Antisipasi di Solo, sejumlah sekolah kami gelar random testing. Harapannya tidak ada klaster di sekolah,” kata dia seperti dikutip Solopos.com, Rabu (22/9/2021).

Apabila ada temuan klaster Covid-19 di salah satu sekolah, maka pihaknya bakal langsung menghentikan PTM di sekolah itu.

Baca: Ada Klaster PTM di Jateng, Ganjar Peringatkan Sekolah di Daerah Hati-Hati Gelar Tatap Muka
“Enggak semua sekolah [se-Solo]. Hasil evaluasi sementara, kepatuhan protokol kesehatan guru dan orang tua siswa murid sudah cukup baik,” imbuh Gibran.Dia menambahkan, protokol kesehatan yang dimaksud adalah wajib memakai masker selama di sekolah. “Semua juga diukur suhu, wajib cuci tangan dulu sebelum masuk kelas. Semuanya sudah bagus,” kata dia.Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan sasaran uji swab antigen adalah seluruh siswa dan guru yang ada di sekolah sasaran. “Di SMKN 2 Solo, siswanya ada 149 anak, kemudian gurunya sekitar 20-an orang. Dari awal kita sediakan 200 alat untuk tes swab di sana,” jelasnya, dihubungi terpisah.Ning, panggilan akrabnya, menambahkan, tes swab antigen acak itu memang sesuai instruksi Wali Kota Solo. Skirining dilakukan acak dan sasarannya bisa SD, SMP, SMA/SMK yang tengah menggelar PTM terbatas.“Pertimbangan sekolah yang dipilih? Ya tidak ada. Karena kan sifatnya acak dan sampling. Kapan dan dimana juga acak. Tidak harus sekolahnya siswanya banyak atau yang bagaimana, karena memang tes ini kan sifatnya acak,” bebernya. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler