Polisi Tunggu Hasil Lab Kasus Irigasi Memerah di Klaten
Murianews
Selasa, 28 September 2021 13:42:24
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Klaten - Polres Klaten masih menunggu hasil laboratorium forensik untuk mengetahui adanya tindak pidana atau tidak dalam kasus memerahnya saluran irigasi di Ngraden, Kecamatan Wonosari Klaten.
Meski begitu, pihak kepolisian mengaku terus melakukan penyelidikan terkait kasus yang sempat membuat geger warga Klaten, khusutersebut.
Baca: Banjir Pekalongan Berwarna Merah, Begini Penjelasan Warga
“Kami masih menunggu hasil laboratoriumnya terlebih dahulu. Soalnya dari sana akan diketahui apakah ada zat-zat tertentu atau zat berbahaya,” kata Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Guruh Bagus Eddy Suryana seperti dikutip Solopos.com, Selasa (28/9/2021).
Guruh menjelaskan begitu hasil laboratorium keluar, gelar perkara akan dilakukan untuk menentukan apakah ada tindak pidana atau tidak dalam kasus memerahnya saluran irigasi tersebut.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Saluran irigasi di Klaten memerah dan sempat membuat heboh warga setempat. (Istimewa)[/caption]
MURIANEWS, Klaten - Polres Klaten masih menunggu hasil laboratorium forensik untuk mengetahui adanya tindak pidana atau tidak dalam kasus memerahnya saluran irigasi di Ngraden, Kecamatan Wonosari Klaten.
Meski begitu, pihak kepolisian mengaku terus melakukan penyelidikan terkait kasus yang sempat membuat geger warga Klaten, khusutersebut.
Baca: