Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Sragen — Harga minyak goreng curah di Sragen mulai melejit. Hal itu terlihat di Pasar Bunder, Sragen. Di pasar tersebut, harga minyak goreng curah sudah mencapai Ro 17.500/kg. Padahal, harga normalnya hanya berkisar di angka Rp 12.500/kg.

Fanny, karyawan Toko Luwes Pasar Bunder Sragen mengatakan harga minyak goreng curah di tokonya pada Kamis ini Rp 17.000/kg. Bisa jadi harga besok akan naik lagi, menurutnya, karena kenaikan harga minyak goreng terjadi setiap hari. Rata-rata naik 200/liter tiap harinya.

“Kenaikannya itu terus terjadi hampir setiap hari sehingga secara akumulasi menjadi tinggi. Sebelumnya hanya berkisar Rp 12.000-Rp 14.000/kg dan sekarang naik jadi Rp 17.000/kg. Naiknya harga itu terjadi sejak 1-2 bulan terakhir,” kata Fanny seperti dikutip Solopos.com, Kamis (21/10/2021).

Baca: Pohon Tumbang Timpa Pengendara di Sragen, Satu Meninggal

Dia mengatakan naiknya harga minyak goreng curang berpengaruh penjualan. Dia menyebut dalam sehari biasanya bisa menjual 5.000-6.000 kg/hari tetapi sekarang hanya bisa menjual 3.000-4.000 kg/hari atau turun sampai 40 persen.

Pembeli di Toko Luwes berasal dari Tanon dan daerah lain. “Biasanya mereka beli itu untuk dijual lagi. Nah, harga di pengecer ini tidak tahu,” katanya.

Seorang pedagang ayam krispi di Jl. R.A. Kartini Sragen, Edy, 50, menyampaikan tidak hanya minyak curah yang naik harga. Minyak kemasan juga naik. Dia mengatakan harga minyak kemasan 2 kg, biasanya Rp 28.000, kini naik menjadi Rp 33.000.

“Dalam sehari itu saya butuh minyak goreng itu 10 kg. Biasanya saya campur antara minyak curah dengan minyak kemasan. Perbandingannya bisa 50% banding 50%. Dengan naiknya harga minyak goreng ini berdampak pada pendapatan. Dalam sehari biasanya bisa mendapat hasil Rp 800.000, dari pendapatan itu Rp 200.000 di antara digunakan untuk kebutuhan minyak goreng,” katanya.Untuk menyiasati agar usaha tetap jalan, ukuran ayam krispi dikurangi sedikit. Meskipun harga minyak goreng naik, kata Edy, tidak berpengaruh pada animo pembeli.Baca: Kabel Listrik Melintang di Sawah Putus, Petani di Sragen MeninggalSementara itu, Kasi Pengawasan Distribusi Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen, Kunto Widyastuti, mengatakan harga minyak goreng curah di area Sragen secara grosir Rp 16.700-Rp 17.500 per kg. Kunto mengungkapkan harga minyak goreng curah di Pasar Gemolong lebih tinggi, yakni Rp17.750/kg.“Naiknya sudah lama, tetapi naiknya sedikit-sedikit. Harga sebelumnya Rp 12.500/kg. Naiknya perlahan itu terjadi sejak dua bulan terakhir. Penyebab naiknya harga sudah dari hulunya. Jadi minyak CPO (crude palm oil) sudah naik,” katanya. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler