Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Pekalongan – Jagat maya kembali dibuat geger dengan video yang memperlihatkan aksi seorang guru SMP dan muridnya di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Video yang juga tersebar di WhatsApp Group (WAG) berdurasi 21 detik itu memperlihatkan guru dan muridnya itu sedang berada di sebuah lapangan sekolah.

Entah apa yang terjadi, tapi guru yang ada dalam video itu beberapa kali menyentuh dahi siswa SMP dengan tangannya yang terkepal.

Baca: Orang Tua Siswa SMP yang Diduga Dipukul Gurunya di Pekalongan Lapor Polisi

Video tersebut sempat viral di sosial media, sebelum akhirnya dihapus oleh sejumlah akun. Namun, hingga saat ini video itu tetap tersebar di sejumlah WAG.

Mengutip Detik.com, peristiwa ini terjadi di sebuah SMPN di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan pada Senin (18/10) sekitar pukul 08.30 WIB. Siswa dalam video itu berinisial A dan gurunya yakni SH.

Menurut A, awalnya dia bersama teman sekelasnya bermain bersama dan ada yang melempar kaleng. Namun tiba-tiba guru SH melihat mereka dan menuju ke depan ruangan lokasi ATS dan teman-temannya bermain.

Baca: Kepala MTs di Jepara Menangis, Cerita Siswanya Drop Out karena Sekolah Daring

Saat itu, kata A, dia dan teman-temannya langsung kabur. Saat itu ia pun langsung lari menuju ke kelas. Namun sebelum masuk kelas, A mengaku sempat memukul daun pintu dengan cukup keras. Ia pun kemudian dibawa guru SH ke lapangan sekolahnya.
"Saya sempat dipukul bagian perut, dada dan kepala bagian belakang," kata A, Kamis (21/10/2021).Dalam kesempatan yang sama, ibu A, Dumiyati (39) mengatakan dirinya tak terima dengan apa yang dialami anaknya. Dia kemudian mengadukan kejadian ini ke Polres Pekalongan pada Selasa (19/10/2021) sore.Baca: Viral Video Siswa SD di Jepara Dikeroyok Temannya"Dari pihak sekolah dan guru memang sudah datang ke rumah untuk meminta maaf. Kita sebagai manusia ya memaafkan, tapi dengan beredarnya video kekerasan ini membuat anak saya trauma oleh karena itu saya melaporkan ke polisi untuk ditindaklanjuti dan tidak ada lagi kejadian serupa," kata Dumiyati.Dia baru mengetahui kejadian itu setelah menerima video anaknya yang sudah viral. Dia juga mengetahui peristiwa itu dari kepala desa tempat tinggalnya."Baru tahu, setelah saya menerima kiriman video viral itu. Dan juga tahu dari Pak Kades, yang sebelumnya memastikan apakah anak yang divideo itu anak saya atau tidak," lanjutnya. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler