Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Karanganyar – Kabupaten Karanganyar bakal memiliki icon baru di dunia pendidikan. Hal ini seiring dengan turunnya izin pembangunan Universitas Muhammadiyah Jawa Tengah (UMJT) di wilayah Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu.

Kepastian tersebut diungkapkan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, seusai menemui Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, di Pendapa Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (27/10/2021).

Baca: Muhammadiyah dan MUI Desak Kasus Penyerangan Ustaz Diusut Tuntas

“Dulu kami pernah mengusulkan agar ada kampus yang representatif di Karanganyar, lalu ditindaklanjuti oleh Muhammadiyah. Namanya ini sementara Universitas Muhammadiyah Jawa Tengah (UMJT). Sekarang, izin operasional pembangunan kampus ini sudah turun,” ujarnya seperti dikutip Solopos.com, Rabu (27/10/2021).

Yuli, sapaan Juliyatmono, menambahkan kampus yang rencananya berlokasi di wilayah Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu, tersebut juga akan memiliki kekhasan dalam kurikulum pendidikannya.
Baca: PD Muhammadiyah Grobogan Anjurkan Warganya Salat Iduladha di Rumah SajaKampus tersebut akan diarahkan kepada pengembangan pendidikan tentang tanaman obat-obatan tradisional. “Kurikulumya diarahkan ke pendidikan tentang tanaman obat-obatan tradisional,” imbuh Yuli. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler