Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Klaten - Hany Dwi Susanti (28), ibu tiga anak meninggal dunia diduga diracun kakak iparnya sendiri. Tiga hari sebelum peristiwa nahas tersebut, ternyata suami korban, Sigit Nugroho (39), terlibat cekcok dengan terduga pelaku.

"Tiga hari sebelumnya sempat kres (cekcok) sama saya. Soalnya istri saya dikatai (kata tak senonoh), padahal tidak ada masalah apa-apa," jelas suami korban, Sigit Nugrohoseperti dikutip Detik.com, Selasa (2/11/2021).

Sigit yang merasa istrinya dilecehkan mengaku tidak terima. Setelah cekcok dengan Sarbani, Sigit tidak menaruh curiga apalagi menyangka kakak iparnya itu dendam dan tega berusaha meracuni keluarganya.

Baca: Begini Kronologi Ibu Tiga Anak di Klaten Diketahui Diracun Kakak Ipar

Dia mengakui selama ini hubungan keluarganya dengan Sarbini yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu tidak begitu harmonis. Meski begitu keluarganya, kata Sigit, tidak terlalu menanggapi serius.

"Jadi memang tidak akur. Saya anggap dia orang stres saja," kata Sigit.

Perilaku tersangka juga diungkap oleh mertua Sigit atau ayah korban, Santosa (56). Menurut Santosa selama ini Sarbani sering mengeluarkan kata tidak senonoh pada putrinya.

"Kalau dengan anak saya (korban) tidak ada masalah. Tapi memang orangnya (tersangka) itu jahil, ya dianggap orang gila saja," ungkap Santosa.Baca: Tragis, Ibu Tiga Anak di Klaten Tewas Diracun Kakak IparDia mengatakan ulah tersangka yang melecehkan korban tak hanya terjadi sekali saja. "Anak saya sering dikatai (kata tak senonoh). Suaminya (Sigit) sebenarnya tidak terima dan mau melakukan kekerasan pada tersangka. Tapi saya larang, saya minta sabar,'' ungkapnya.Sedangkan seorang karyawan Sigit, Gunawan (28) membenarkan jika Sigit dan Sarbini pernah cekcok. Tapi menurutnya tidak pernah terjadi kekerasan di antara keduanya."Dua Minggu lalu pernah cekcok juga, saya pas di sini. Tapi cekcok jarak jauh karena rumah kan berdekatan tapi ya selesai begitu saja,'' ungkap Gunawan. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Detik.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler