Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Sragen — Jembatan Dungluwak di Dukuh Mlokolegi, Desa Celep, Kedawung, Sragen, yang berada di jalan utama penghubung Desa Saradan, Kecamatan Karangmalang menuju Jambangan, Celep, Kecamatan Kedawung, Sragen ambrol, Jumat (28/1/2022).

Kejadian yang terjadi sekitar pukul 02.30 WIB itu membuat dua orang warga menjadi korban. Satu di antaranya bahkan terpaksa dirawat karena mengalami patah kaki dan tangan. Sementara satu lainnya hanya luka ringan.

Kepala Desa Celep, Kedawung, Sragen, Agus Woyo mengatakan dua korban tersebut diketahui bernama Sunanti (53) warga Sumberejo, Desa Wonorejo, Kedawung, Sragen dan Fajar Yayan Mahardika, warga Purwakarta yang berdomisili di Kajen, Celep, Kedawung, Sragen.

Dia mengatakan Sunanti mengalami patah tulang kaki kanan dan tangan kanan. Pedagang sayur itu masih dirawat di klinik dan akan dirujuk ke rumah sakit.

“Fajar mengalami luka-luka ringan. Sunanti itu terjatuh saat jembatan amblek sekitar pukul 02.30 WIB. Sunanti saat itu mengendarai motor Honda Supra dengan membawa beronjong,” ujar Agus seperti dikutip Solopos.com.

Agus menuturkan Sunanti hendak kulak sayuran ke Pasar Jambangan. Saat kejadian, ia membawa uang Rp 900 ribu.

“Setelah terjungkal, disusul Fajar yang juga mengendarai motor matik Yamaha Vino. Berikutnya, ikut terjungkal. Jadi yang menolong Sunanti itu Fajar,” tutur Agus.

Agus menyampaikan cerita dari tetangga Sunanti yang melewati Jembatan Dungluwak pukul 02.00 WIB. Saat itu jembatan belum ambrol.Agus mengaku mendapatkan laporan pukul 03.00 WIB. Jembatan itu, kata Agus, juga dikenal dengan Jembatan Makam karena berdekatan dengan makam di sisi timur jembatan.“Tingginya lima meter ada. Kalau lebarnya sesuai lebar jalan sekitar 5 meter dan panjangnya bisa mencapai 5 meter. Kami sudah melaporkan jembatan amblek itu ke DPU [Dinas Pekerjaan Umum], Pak Camat, dan Bupati Sragen. Tadi Pak Camat saya ajak untuk evakuasi motornya,” ceritanya.Kapolsek Kedawung, Sragen, AKP Sutomo, menyampaikan menutup total jalur dari Pengkok ke Celep. Dia menerangkan jalur dari utara ditutup mulai dari simpang empat Pengkok dan jalur dari selatan ditutup mulai dari simpang tiga Karanglo.“Ini jalur utama. Kami memasang police line juga karena meskipun dipagari tetap saja ada warga yang penasaran mendekati jembatan yang amblek itu,” jelasnya. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler