Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Boyolali — Tiga guru dan enam siswa di SMP 2 Boyolali terkonfirmasi positif Covid-19. Akibatnya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah tersebut dihentikan dan diganti dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Puji Astuti menjelaskan, kasus Covid-19 ini bermula saat satu guru dan satu murid SMPN 2 Boyolali diketahui terkonfirmasi positif Covid-19.

“Awalnya ada satu murid karena kontak erat keluarga ada yang positif, kemudian satu guru ketahuan saat skrining untuk pelatihan,” katanya seperti dikutip Solopos.com, Selasa (15/2/2022).

Baca: Duh! Kasus Covid-19 Pati Capai 400 orang

Mendapati hal tersebut, pihaknya langsung melakukan swab tes kepada kontak erat dari kalangan guru dan siswa SMPN 2 Boyolali selama dua kali pada Selasa (15/2/2022) dan Rabu (16/2/2022).

“Hasilnya, di hari pertama ini ada penambahan dari kalangan guru dan siswa. Jumlahnya total ada sembilan orang,” terangnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 2 Boyolali, Agus Winarno membenarkan kejadian tersebut. Penambahan kasus itu diketahui saat dilakukan swab antigen.

“Hari ini swab (antigen) di Puskesmas Boyolali I sebanyak 16 siswa, ada lima siswa yang positif. Kemudian ada empat guru yang tes, kemudian hasilnya dua guru positif,” kata Agus.

Baca: 4 Siswa di 4 SMP Sragen Positif Covid, Langsung PJJ
Lebih lanjut, ia mengatakan total ada tiga guru dan enam siswa SMPN 2 Boyolali yang terdeteksi positif Covid-19. “Jumlah tersebut gabungan dari kasus awal,” katanya.Menanggapi jumlah tersebut, Agus mengatakan SMPN 2 Boyolali akan mengadakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).“Pembelajaran tatap muka kami hentikan, diganti dengan PJJ mulai Rabu hingga Sabtu ini. Kemudian guru yang terindikasi Covid-19 sudah isolasi mandiri. Rata-rata yang positif dalam keadaan sehat, tapi tahu-tahu saat dites, positif hasilnya,” ungkapnya.Baca: Sejumlah Klaster Covid-19 Ditemukan di KudusSementara itu, data lonjakan kasus Covid-19 di Boyolali yang berasal dari Dinkes Boyolali mencatat per Selasa (15/2/2022) terdapat 120 kasus baru. Hal tersebut membuat kasus aktif di Boyolali menjadi 470 kasus.Ada 37 orang terkonfirmasi positif Covid-19 dan 433 orang menjalani isolasi mandiri. Walau mencatat lonjakan 120 kasus, Boyolali masih berada di zona risiko rendah dengan skor IKM 2,60. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler