Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Klaten — Banjir melanda delapan kecamatan di Kabupaten Klaten, Kamis (3/3/2022) malam. Akibatnya, 101 warga dari delapan kecamatan tersebut sempat mengungsi.
Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Sri Winoto mengatakan, delapan kecamatan yang terdampak banjir di antaranya Kecamatan Tulung, Polanharjo, Karanganom, Pedan, Ceper, Karangdowo, dan Kecamatan Juwiring.
Sedangkan 101 warga yang mengungsi Sebagian besar berasal dari beberapa desa, yakni Desa Kaligawe dan Lemahireng di Kecamatan Pedan, serta Desa Sawahan Kecamatan Juwiring.
”Tadi malam dan pagi ini warga yang sempat mengungsi telah kembali dan melakukan bersih-bersih di rumah masing-masing,” katanya seperti dikutip Solopos.com, Jumat (4/3/2022).
Ia menjelaskan, banjir yang terjadi di delapan kecamatan tersebut diakibatkan hujan lebat. Tak hanya itu, derasnya arus juga mengakibatkan jembatan di Desa Kadirejo, Kecamatan Karanganom rusak berat.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Ilustrasi banjir. (Freepik)[/caption]
MURIANEWS, Klaten — Banjir melanda delapan kecamatan di Kabupaten Klaten, Kamis (3/3/2022) malam. Akibatnya, 101 warga dari delapan kecamatan tersebut sempat mengungsi.
Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Sri Winoto mengatakan, delapan kecamatan yang terdampak banjir di antaranya Kecamatan Tulung, Polanharjo, Karanganom, Pedan, Ceper, Karangdowo, dan Kecamatan Juwiring.
Sedangkan 101 warga yang mengungsi Sebagian besar berasal dari beberapa desa, yakni Desa Kaligawe dan Lemahireng di Kecamatan Pedan, serta Desa Sawahan Kecamatan Juwiring.
”Tadi malam dan pagi ini warga yang sempat mengungsi telah kembali dan melakukan bersih-bersih di rumah masing-masing,” katanya seperti dikutip