Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Sragen – Dua orang santri pondok pesantren (Ponpes) yang duduk di bangku SMP meninggal dunia setelah tenggelam di embung Dukuh Pondok RT 5, Desa Sunggingan, Kecamatan Miri, Sragen, Sabtu (5/3/2022).

Baca: Bocah Tenggelam di Sungai Silugonggo Pati Ditemukan Tak Bernyawa

Kedua santri yang diketahui bernama Pramesta KC (15) warga Bendo RT 5, Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Sragen dan Aziz DM (16) warga Blangu RT 4, Gesi, Sragen itu tenggelam saat membersihkan diri seusai kegiatan ekstrakurikuler pertanian.

Kapolsek Miri, AKP Suyono mengatakan, peristiwa nahas itu berawal saat para santri ponpes di Dukuh Pondok itu melakukan kegiatan ekstrakurikuler pertanian sekitar pukul 05.30 WIB.

Lokasinya di persawahan yang berjarak sekitar 500 meter dari ponpes. Ada 20 santri kelas VIII SMP yang mengikuti kegiatan yang dipimpin seorang ustaz muda.

“Pada pukul 07.15 WIB, kegiatan ekstrakurikuler selesai. Para santri yang badan dan pakaiannya kotor kena lumpur sawah kemudian membersihkan diri. Ada kurang lebih 10 orang santri membersihkan badan di embung sebelah sawah tersebut,” ujar Suyono seperti dikutip Solopos.com.

“Sebelum ke embung, ustaz muda sudah mengingatkan para santri agar jangan mandi di embung karena licin dan dalam. Tak berselang lama seorang santri berteriak kalau temannya tenggelam,” sambungnya.

Baca: Pria di Kudus Nyaris Tenggelam di Tempat Wisata

Teriakan itu didengar warga sekitar yang langsung mendatangi lokasi untuk memberi pertolongan. Saat warga datang korban sudah tidak terlihat. Lalu tim search and rescue (SAR) datang untuk mengevakuasi dua bocah yang tenggelam itu.
“Setelah dievakuasi ternyata ada dua anak yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Kedua korban dilarikan ke RS Assalam Gemolong, Sragen,” jelas Kapolsek.Aparat Polsek Miri yang mendapatkan laporan langsung mendatangi lokasi dan mengumpulkan bahan keterangan. Empat saksi dimintai keterangan, yakni dari perwakilan santri, perwakilan pengasuh, dan pihak keluarga korban.“Setelah melakukan olah kejadian perkara dan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban di RS Assalam Gemolong oleh Tim Polsek Miri dan Tim Identifikasi (Inafis) Polres Sragen, korban sampai di RS dalam keadaan meninggal dunia dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” jelas Suyono.Dari keterangan saksi-saksi, kedua korban nekat mandi dan bermain di embung padahal tidak bisa berenang sehingga tenggelam. Pihak keluarga korban menerima kejadian itu sebagai musibah dan menolak autopsi. Kapolsek sendiri yang menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga kedua korban, baik dari Kalijambe maupun Gesi.“Dari pihak korban Aziz diterima bapak kandungnya dan dari keluarga Pramesta diterima perwakilan keluarga,” kata Suyono.Baca: Dua Bocah 14 Tahun Tenggelam di Sungai Elo Magelang Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler