Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Sukoharjo -  Seorang terduga teroris yang ditembak mati Densus 88 Antiteror di Sukoharjo, Jawa Tengah, diketahui merupakan warga pendatang. Terduga teroris berinisial SU tersebut merupakan warga Kelurahan Gayam, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo, yang berprofesi sebagai dokter.

Dilansir dari Solopos.com, sehari-hari, SU bekerja sebagai dokter di poliklinik sebuah pondok pesantren di Kabupaten Sukoharjo. SU juga membuka praktik dokter umum di klinik kesehatan di Kota Solo, Jawa Tengah.

Dikabarkan sebelumnya, Ketua RT 03/RW 07 Kelurahan Gayam, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah Bambang Pujiana, menyatakan kaget setelah salah seorang warganya diduga terlibat dalam jaringan teroris.

Baca juga: Polri Sebut Terduga Teroris yang Ditembak Mati di Sukoharjo adalah Pimpinan JI

Menurut Bambang, SU memang berprofesi sebagai dokter dan dikenal sebagai sosok yang tertutup. Selama berada di sana, Bambang menyatakan SU belum menyerahkan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Pendudukan (KTP) kepadanya.

Dokter terduga teroris di Sukoharjo itu memiliki satu istri dan empat anak. Istrinya dikabarkan juga bekerja sebagai dokter.

Sementara itu, SU menjadi target operasi Densus 88 Antiteror pada Rabu (9/3/2022) malam. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Ahmad Ramadhan, mengatakan operasi dilakukan di Jalan Bekonang, Sukoharjo, Rabu malam pukul 21.15 WIB. Dalam operasi tersebut, SU bersikeras melawan petugas dan berusaha kabur dengan menggunakan satu unit mobil bak.

Petugas pun dengan sigap langsung mencoba menghentikan laju mobil bak yang dikendarai oleh tersangka dengan menaiki mobil tersebut dari belakang dan memberikan peringatan. Tetapi SU malah mengemudikan mobil secara zig-zag agar petugas jatuh dari kendaraan tersebut. Mobil yang disopiri SU juga menabrak mobil warga sipil yang melintas.Lantaran membahayakan jiwa petugas dan masyarakat, petugas akhirnya melakukan tindakan tegas terukur dengan melumpuhkan tersangka dan mengenai di daerah punggung atas dan bagian pinggul kanan bawah.“Yang bersangkutan meninggal dunia saat dievakuasi. Selain itu dua anggota yang terluka saat melakukan penangkapan terhadap tersangka SU saat ini sedang mendapatkan perawatan di RS Klinik Bhayangkara,” jelas Ramadhan dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (10/3/2022) sebagaimana dikutip dari laman resmi Divisi Humas Polri, Jumat (11/3/2022).   Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler