Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Sukoharjo — Seorang warga Madiun Jawa Timur berinisial AM terpaksa berurusan dengan Polres Sukoharjo. Gara-garanya, ia nekat buka lapak berbagai jenis minuman keras (miras) di tepi jalan Desa Kudu, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Kamis (24/3/2022) malam.

Selain membawa sang penjual, Polres Sukoharjo juga mengamankan 118 botol miras berbagai merek sebagai barang bukti. Saat ini pelaku tengah dimintai keterangan di Mapolres setempat.

Kasatnarkoba Polres Sukoharjo, AKP Paryudi menjelaskan, awal mula pengungkapan tersebut berawal saat Polres Sukoharjo menggelar operasi penyakit masyarakat (Pekat) menjelang Ramadan. Petugas kemudian menyisir berbagai lokasi termasuk ke desa-desa untuk memberikan rasa nyaman.

Saat itu, anggota Satnarkoba Polres Sukoharjo mendapat laporan dari masyarakat terkait pengiriman miras dari wilayah Baki. Petugas langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penyelidikan .

”Di sana, petugas mendapati ratusan botol miras berbagai jenis dari salah satu mobil pengendara,” katanya.

“Pemilik miras memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan Desa Kudu, Baki. Diduga penjual berinisial AM asal Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun ini melakukan transaksi jual beli di lokasi,” imbuhnya seperti dikutip Solopos.com, Jumat (25/3/2022).

Ia menyebutkan, miras yang disita terdiri dari 60 botol anggur merah, 24 botol anggur putih, 20 botol soju, dan 14 botol miras berbagai merek. Polisi langsung menggelandang pemilik miras untuk dimintai keterangan di Polres Sukoharjo.
Sementara itu, ratusan botol miras disita sebagai barang bukti. Polisi bakal menggencarkan operasi pekat dengan sasaran peredaran miras menjelang Ramadan. Hal ini dilakukan untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat yang dipicu pesta miras.“Kami bakal menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penjualan miras. Operasi pekat bakal dilakukan secara rutin di berbagai lokasi,” ujar dia.Kasatnarkoba menyebut pemilik miras melanggar Pasal 32 Perda No.6/2017 tentang Pengawasan Pengendalian Peredaran dan Penjualan Minuman Berakohol. Pemilik miras bakal mendapatkan pembinaan agar tak mengulangi perbuatannya.Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Perundang-Undangan Daerah Satpol PP Sukoharjo, Sunarto, mengatakan pemerintah bakal memperketat peredaran dan penjualan miras di masyarakat. Hanya hotel dan restoran yang diperbolehkan menjual minuman berakohol. Itu pun ada batasan kadar alkohol yang diperbolehkan. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler