Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Sragen — Jagat maya Sragen dibuat heboh dengan video viral yang memperlihatkan aksi penonton melakukan pelecehan seksual kepada empat biduan saat manggung. Video tersebut pun langsung viral melalui layanan perpesanan ataupun platfom berbagai media sosial.

Dalam video yang beredar, aksi pelecehan tersebut terjadi saat keempat biduan tersebut manggung dalam pentas hajatan di Kecamatan Tangen, Sragen, Rabu (30/3/2022).

Baca: Wanita Boyolali yang Ngaku Dilecehkan Verbal Oknum Polisi Bukan Korban Pemerkosaan

Tiba-tiba, seorang penonton ikut berjoget. Nahasnya, selain berjoget, sang penonton tersebut tiba-tiba menepuk pantat dua dari empat biduan tersebut.

Tak teruma dengan perlakuan tersebut, para biduan itu pun melaporkan aksi seorang penonton itu ke Polsek Tangen, Sragen, Kamis (31/3/2022) dini hari. Polisi kini turun tangan menyelidiki kasus pelecehan seksual tersebut.

Melansir Solopos.com, Kapolsek Tangen, AKP Zaini mengungkapkan, aksi tepuk pantat itu terjadi saat acara joget-joget dalam hajatan warga yang mendatangkan grup campursari, Rabu malam.

Setelah hajatan, ada empat biduan wanita yang datang ke Mapolsek Tangen, Kamis dinihari, untuk melaporkan dugaan pelecehan seksual atas aksi tepuk pantat tersebut.

Baca: Gadis ABG di Jepara Dicekoki Miras 4 Pemuda, Lalu Dilecehkan dan Diperkosa“Empat penyanyi itu datang bersama dan membuat laporan. Mereka mengaku dilecehkan sebagai seniman. Ceritanya, ada orang sambil berjalan menepuk pantat penyanyi saat bernyanyi dan berjoget. Salah satu penyanyi yang sempat ditapuk pantatnya tidak kena karena bisa menghindar. Kami masih mendalami kasus itu,” ujar Zaini.Dia berencana meminta keterangan warga yang menggelar hajatan dan memintai keterangan pelapor. Setelah itu, ujar dia, baru mengembang untuk pemeriksaan saksi-saksi. Zaini tidak tahu nama grup campursari itu.Anggota Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sragen, Diah Nursari, menyampaikan aksi tepuk pantat itu bisa kena pasal pelecehan seksual. Walaupun hanya dipegang, dalam kondisi apa pun dan posisi bagaimana pun, ujar Diah, tidak ada pembenaran untuk tindakan pelecehan seksual.“Kalau yang perempuan (penyanyi) tidak terima maka perkara itu bisa diproses. Tegakkan sesuai peraturan! Paling tidak sebagai pembelajaran bagi yang lain,” katanya. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler