Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Boyolali — Hujan deras yang mengguyur Desa Kismoyoso, Kecamatan Ngemplak selama dua jam sejak pukul 16.00 WIB hingga maghrib membuat sebuah jembatan sasak Dukuh Tambas, Desa Kismoyoso, Kecamatan Ngemplak hanyut dibawa banjir, Selasa (5/4/2022).

Tak hanya itu, sejumlah pemukiman warga juga sempat tergenang air dan melumpuhkan aktivitas warga. Beruntung, genangan terjadi tak begitu lama. Setelah hujan reda, genangan tersebut pun langsung surut.

Kepala Desa Kismoyoso, Siyamto membenarkan informasi tersebut. Ia pun menjelaskan, hujan deras terjadi di wilayah Ngemplak bagian atas, seperti Dibal, Manggung, Sindon, dan Sobokerto dari pukul 16.00 WIB hingga Magrib.

”Dampaknya ada satu jembatan buatan warga yang hanyut, yaitu jembatan Tambas, Kismoyoso. Itu penghubung Desa Pandeyan,” katanya seperti dikutip Solopos.com, Rabu (6/4/2022).

Selain jembatan sasak hanyut, ia mengungkapkan ada rumpun bambu yang roboh dan menutup aliran air di jembatan penghubung Jaten, Pandeyan dengan Kedung Dowo, Kismoyoso, Ngemplak.

Hal itu membuat air muntah ke darat. Apalagi, kapasitas sungai sudah mengecil. Sehingga saat hujan deras yang cukup lama di daerah atas, sudah dipastikan banjir”Untuk desa kami, aliran sungainya memang tidak muat menampung. Ketika hujan deras yang cukup lama di daerah atas, sudah dipastikan banjir,” jelasnya.Ia mengatakan banjir menggenangi rumah hingga bagian dalam milik 30 keluarga. Selain itu, rumah milik 22 keluarga hanya tergenang pada bagian luar rumah. Ia juga mengatakan air cepat surut dan warga sudah beraktivitas seperti biasa pada Rabu pagi. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler