Vaksinasi Booster Jadi Syarat Pengambilan BLT di Karanganyar
Murianews
Jumat, 15 April 2022 21:30:53
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Karanganyar — Vaksinasi booster atau vaksin ketiga Covid-19 saat ini terus digalakkan di Karanganyar. Bahkan, beberapa desa ataupun kelurahan melakukan trobosan dengan mensyaratkan vaksinasi booster sebagai syarat untuk mencairkan BLT.
Satu di antaranya adalah Kelurahan Delingan, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar. Saat pembagian BLT minyak goreng dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Pemerintah Kelurahan Delingan mewajibkan penerima untuk menunjukkan vaksinasi booster, Jumat (15/4/2022).
Sebelum mencairkan uang bantuan, peserta penerima bantuan harus sudah dinyatakan mendapatkan vaksinasi booster atau dosis ketiga Covid-19. Jika belum, mereka harus mengikuti vaksinasi booster di lokasi yang sudah disediakan.
Salah seorang warga penerima bantuan Ramto (38) mengatakan, baru mengikuti vaksinasi dosis kedua Covid-19. Sehingga sebelum mencairkan bantuan, ia harus mendapatkan vaksinasi booster terlebih dahulu.
“Saya belum divaksinasi booster sejak kemarin-kemarin karena jarak terakhir dengan vaksinasi kedua belum tiga bulan. Sekarang sudah (lebih dari tiga bulan). Jadi sudah bisa vaksin booster sekaligus ambil bantuan,” ujarnya seperti dikutip Solopos.com.
Lurah Delingan, Hendrawan Sritomo, mengatakan vaksinasi booster Covid-19 merupakan program pemerintah yang harus terus ditingkatkan capaiannya. Sehingga, pihak-pihak penyedia vaksin Covid-19 memanfaatkan berbagai momen masyarakat berkumpul untuk menggelar vaksinasi.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Ilustrasi Vaksinasi (MURIANEWS/Vega Ma'arijil Ula)[/caption]
MURIANEWS, Karanganyar — Vaksinasi booster atau vaksin ketiga Covid-19 saat ini terus digalakkan di Karanganyar. Bahkan, beberapa desa ataupun kelurahan melakukan trobosan dengan mensyaratkan vaksinasi booster sebagai syarat untuk mencairkan BLT.
Satu di antaranya adalah Kelurahan Delingan, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar. Saat pembagian BLT minyak goreng dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Pemerintah Kelurahan Delingan mewajibkan penerima untuk menunjukkan vaksinasi booster, Jumat (15/4/2022).
Sebelum mencairkan uang bantuan, peserta penerima bantuan harus sudah dinyatakan mendapatkan vaksinasi booster atau dosis ketiga Covid-19. Jika belum, mereka harus mengikuti vaksinasi booster di lokasi yang sudah disediakan.
Salah seorang warga penerima bantuan Ramto (38) mengatakan, baru mengikuti vaksinasi dosis kedua Covid-19. Sehingga sebelum mencairkan bantuan, ia harus mendapatkan vaksinasi booster terlebih dahulu.
“Saya belum divaksinasi booster sejak kemarin-kemarin karena jarak terakhir dengan vaksinasi kedua belum tiga bulan. Sekarang sudah (lebih dari tiga bulan). Jadi sudah bisa vaksin booster sekaligus ambil bantuan,” ujarnya seperti dikutip Solopos.com.
Lurah Delingan, Hendrawan Sritomo, mengatakan vaksinasi booster Covid-19 merupakan program pemerintah yang harus terus ditingkatkan capaiannya. Sehingga, pihak-pihak penyedia vaksin Covid-19 memanfaatkan berbagai momen masyarakat berkumpul untuk menggelar vaksinasi.
“Intinya kami membantu pemerintah untuk meningkatkan capaian vaksinasi,” tutur Hendrawan.
Dia mengakui masih banyak masyarakat di wilayahnya belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 karena kurang lengkap dalam menerima informasi.
“Misalnya, mereka tahunya vaksinasi booster itu bikin panas, bikin badan tidak enak, dan sebagainya. Ini yang membuat mereka enggak vaksinasi booster. Padahal tidak semuanya begitu.”
Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: