Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Klaten - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten, Supriyono mengaku hingga saat ini pemetaan jalur alternatif masih terus dilakukan guna mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas pada jalur utama saat mudik Lebaran.

Selain jalur alternatif yang kerap diandalkan saat arus mudik Lebaran, pemetaan dilakukan pada jalur-jalur lainnya yang berpotensi menjadi jalur alternatif.

Supriyono mencontohkan akses menuju ke Yogyakarta ada beberapa jalur alternatif lainnya yang disiapkan dilengkapi dengan rekayasa lalu lintas.

“Seperti ke arah Yogya biasanya lewat Bendogantungan nanti bisa diarahkan ke jalur sisi selatan. Saat ini kami juga masih petakan jalur-jalur Gantiwarno yang bisa sampai ke Piyungan. Antisipasi kami seperti itu,” kata Supriyono seperti dikutip Solopos.com, Senin (18/4/2022).

Terkait jalur alternatif di wilayah Delanggu, Supriyono mengatakan untuk sementara masih dipetakan setelah ruas jalur lingkar barat Delanggu ditutup gegara ada jembatan ambles.

Disinggung kondisi ruas jalan, Supriyono mengatakan informasi yang dia peroleh dari DPUPR, proses penanganan darurat masih berlangsung. Rata-rata kondisi ruas jalan kabupaten yang sebelumnya berlubang kini sudah ditambal.

“Info dari DPUPR ada sudah lumayan bagus. Kecuali memang yang sudah kontrak [proyek perbaikan jalan], dari DPUPR tidak bisa melakukan perbaikan darurat,” ujar dia.
Supriyono mengatakan Klaten diprediksi menjadi jalur perlintasan pemudik menuju ke sembilan kabupaten di Jawa Tengah dan DIY. Pasalnya, Klaten berada pada jalur keluar-masuk pintu tol di Kartasura dan Boyolali. Para pemudik diperkirakan banyak yang melintas ruas jalan tol Solo-Jakarta.“Prediksi kemacetan, menurut saya semua macet. Klaten dilalui pemudik ke sembilan kabupaten seperti Purworejo, Klaten sendiri, Wonogiri, dan Sukoharjo di Jawa Tengah. Sementara, di DIY ada lima kabupaten/kota,” kata Supriyono.Selain lokasi rawan kemacetan lalu lintas, di Klaten juga terdapat lokasi rawan kecelakaan lalu lintas. Masing-masing lokasi rawan kecelakaan lalu lintas itu berada di sepanjang jalan raya Yogya-Solo. Masing-masing di wilayah Kepoh (Kecamatan Delanggu), pertigaan WS Prambanan (Kecamatan Prambanan), simpang tiga SGM Prambanan (Kecamatan Prambanan), serta simpang tiga Besole (Kecamatan Ceper). Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler