Geger! Nenek 62 Tahun di Sragen Ditemukan Meninggal di Dasar Sumur
Murianews
Sabtu, 30 April 2022 23:01:51
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Sragen — Warga Desa Kalikobok, Kecamatan Tanon, Sragen digegerkan dengan temuan mayat nenek berusia 62 tahun. Pasalnya, nenek bernama Jumarti itu ditemukan meninggal dunia di dasar sumur di RT 19 desa setempat, Sabtu (30/4/2022) petang.
Sekretaris Desa Kalikobok, Agus Salim mengaku mengetahui informasi tersebut dari Whatsapp Group (WAG) Persatuan Perangkat (Praja) Desa Tanon. Informasi itu bahkan sempat viral setelah diunggah ke salah satu Grup Facebook sebelum diteruskan ke WAG Praja.
“Belum ada pemberitahuan ke desa lalu saya bagikan ke perangkat Desa Kalikobok lalu lurah [kepala desa] telepon, yang bersangkutan masuk sumur milik Pak Sukir,” kata Agus seperti dikutip Solopos.com.
Agus mengatakan nenek yang meninggal di dasar sumur itu pergi meninggalkan rumah sejak pukul 03.00 WIB. Korban memiliki riwayat linglung sejak salah satu anaknya meninggal dunia di Arab Saudi.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




ILUSTRASI[/caption]
MURIANEWS, Sragen — Warga Desa Kalikobok, Kecamatan Tanon, Sragen digegerkan dengan temuan mayat nenek berusia 62 tahun. Pasalnya, nenek bernama Jumarti itu ditemukan meninggal dunia di dasar sumur di RT 19 desa setempat, Sabtu (30/4/2022) petang.
Sekretaris Desa Kalikobok, Agus Salim mengaku mengetahui informasi tersebut dari Whatsapp Group (WAG) Persatuan Perangkat (Praja) Desa Tanon. Informasi itu bahkan sempat viral setelah diunggah ke salah satu Grup Facebook sebelum diteruskan ke WAG Praja.
“Belum ada pemberitahuan ke desa lalu saya bagikan ke perangkat Desa Kalikobok lalu lurah [kepala desa] telepon, yang bersangkutan masuk sumur milik Pak Sukir,” kata Agus seperti dikutip