Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Brebes – Kasus hepatitis di Kabupaten Brebes sempat menjadi yang tertinggi di Jawa Tengah. Bahkan, penderitanya mencapai 342 orang dan semuanya diderita perempuan.

Sedangkan di posisi kedua Kabupaten Purworejo dengan total 237 kasus. Dari jumlah itu sebanyak 73 kasus dialami laki-laki dan 164 lainnya perempuan.

Melansir dari Solopos.com, data tersebut diketahui dari Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2019 yang dikutip Jumat (13/5/2022)

Dari lapotran tersebut, di posisi ketiga adalah Kabupaten Magelang dengan total 178 kasus yang dialami 5 laki-laki dan 173 perempuan. Disusul Kabupaten Wonosobo dengan total 120 kasus yang semua penderitanya perempuan.

Wilayah kelima di Jawa Tengah dengan kasus hepatitis terbanyak adalah Kota Semarang. Dalam laporan itu ditemukan 116 kasus yang dialami 66 laki-laki dan 50 perempuan.

Berdasarkan laporan itu total ada 1.297 kasus hepatitis B di Jawa Tengah dengan jumlah 176 pasien laki-laki dan 1.121 perempuan.

Dikutip dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI, hepatitis adalah salah satu penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat.Hepatitis merupakan penyakit peradangan hati yaang bisa berkembang menjadi fibrosis (jaringan parut) dan sirosis atau kanker hati. Penyakit ini disebabkan berbagai faktor seperti infeksi virus, zat beracun, dan penyakit autoimun. Namun penyebab yang paling umum adalah virus Hepatitis B dan C.Pencegahan penularan penyakit ini telah dilakukan sejak dini, yaitu dengan imunisasi kepada bayi baru lahir. Sebab, hepatitis adalah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).Imunisasi hepatitis kepada bayi dilakukan sebanyak empat kali sebelum berusia lima tahun. Suntikan pertama diberikan pada bayi baru lahir untuk mencegah penularan dari ibu ke anak pada proses persalinan. Suntikan kedua sampai keempat biasanya digabungkan dengan pemberian DPT saat bayi berusia dua hingga empat bulan. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler