Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Karanganyar — Sebuah tebing setinggi tujuh meter di Desa Plosorejo, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar longsor. Akibatnya, jalan utama penghubung antarkecamatan Kerjo dan Jenawi tak bisa dilewati karena tertutup material longsor.

Akibatnya, warga harus rela memutar sejauh 10 kilometer. Saat ini warga bersama tim sukarelawan masih berjibaku membersihkan material longsoran.

Ketua Forum Komunikasi Peduli Bencana (FKPB) Kerjo Robingan mengatakan, tebing di Desa Plosorejo sebenarnya sudah longsor sejak dua hari lalu. Lebar tebing yang longsor mencapai delapan meter.

”Sudah dua hari akses jalan Plosorejo ke Jenawi kota tertutup. Padahal menjadi akses utama yang biasa digunakan pelajar, pedagang, dan warga,” katanya seperti dikutip Solopos.com, Selasa (7/6/2022).

Pihaknya belum bisa memastikan kapan akses jalan Plosorejo dan Jenawi kembali dibuka. Apalagi, proses pembersihan longsor terkendala kontur tanah yang sewaktu-waktu bisa terjadi longsor sususlan

”Sampai sekarang saja pembersihan material harus dilakukan hati-hati. Beberapa kali masih terjadi longsor (susulan),” tuturnya.

Dia mengatakan pembersihan material longsoran melibatkan warga setempat. Sebanyak 50 orang terlibat dalam pembersihan material longsoran ini meliputi warga, sukarelawan, polisi dan TNI.Pembersihkan dilakukan secara manual. Paling banyak material longsoran berupa tanah dan sedikit bebatuan. “Belum ada alat berat. Masih dikerjakan manual,” ujar dia.Dia mengimbau warga untuk mewaspadai ancaman longsor susulan. Terutama rumah warga yang berada di dekat titik longsoran untuk mengungsi ke tempat lebih aman.”Jangan lengah. Harus siaga longsor. Ini tanahnya masih terus gerak,” tambahnya. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler