Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Solo — Jagat maya dibuat geger dengan aksi oknim pegawai di Terminal Tirtonadi Solo yang diduga melakukan pungutan liar (pungli). Aksi itu makin viral setelah video tersebut diunggah di aplikasi Tiktok @ingatnafasitu.

Unggahan itu pun langsung menyedot perhatian warganet. Bahkan, tak sedikit warganet yang melemparkan komentar miring dan menghujat kelakukuan oknum tersebut.

Di video itu terlihat sosok petugas berinisial BP yang mengenakan seragam tugas sedang berinteraksi dengan seseorang. BP berbicara sambil memegang berkas-berkas.

Sejurus kemudian ia tampak menerima sesuatu yang diberikan lawan bicaranya di bawah berkas yang dipegangnya. Dilihat dari latar belakang tempat terjadinya insiden itu, diduga BP melakukan aksinya di kawasan Terminal Tirtonadi Solo.

Kepala Terminal Tirtonadi Solo, Joko Sutriyanto, saat dihubungi melalui telepon mengaku sudah mengetahui rekaman video pegawai yang diduga melakukan pungli tersebut dan mengambil tindakan sepadan, yakni pemecatan.

”Sudah kami assesment, sudah kami klarifikasi,” ujarnya seperti dikutip Solopos.com.

Sementara Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, mengaku malu atas perilaku BP yang tega melakukan pungli saat bertugas. Hal itu diungkapkan orang nomor satu di Kota Bengawan tersebut di Hotel Alila Solo, Rabu sore.
”Ya malu, dikiranya kan orang saya. Tapi ndak apa-apa, sudah ada tindakan seperti itu, tindak tegas,” ungkapnya.Gibran juga meminta warga Solo proaktif memfoto atau memvideo bila melihat kejadian serupa.Ihwal keputusan pemecatan terhadap BP walau pun baru sekali melakukan tindakan itu, Gibran mendukung keputusan tersebut. Menurut Gibran, ketika memang salah ya salah, tidak perlu mencari alasan.”Ora usah kakehan alasan,” ujarnya. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler