Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Sragen — Polisi memastikan tak ada tanda penganiayaan atastemuan jenazah seorang petani asal Desa Kedunguoit, Kecamatan Sragen Kota yang mengalami luka di rahang, Minggu (27/4/2022) kemarin.

Jenazah petani yang diketahui bernama Sugiyo (59) itu diduga merenggang nyawa setelah kena setang traktor yang dikendarainya.

Kasi Humas Polres Sragen AKP Suwarso mengatakan, begitu mendapat laporan, pihaknya langsung menuju lokasi. Selain itu, ia juga melibatkan petugas medis Puskesmas Sragen Kota dan Tim Inafis Polres Sragen untuk memeriksa jasad korban.

”Hasilnya, tim medis dan Inafis tak menemukan tanda-tanda bekas penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal dunia murni karena terbentur setang mesin pembajak sawah,” katanya seperti dikutip Solopos.com, Senin (25/7/2022).

Baca: Petani di Sragen Meninggal dengan Luka di Rahang di Sawah

Selain itu, pihak keluarga juga telah menerima kondisi petani asal Kedungupit, Sragen, yang meninggal tersebut sebagai musibah. Keluarga keberatan jenazah korban diautopsi.

”Jenazah korban lalu diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman,” ungkapnya.
Suwarso menuturkan kronologi kejadian itu  bermula pada pukul 13.00 WIB, korban pamit ke sawah untuk memindahkan mesin pembajak sawah.“Kemudian pukul 14.30 WIB, salah satu saksi melihat ada seseorang yang tengkurap di dekat mesin pembajak sawah,” terangnyaKorban diduga hendak memindahkan mesin pembajak tersebut ke jalan kampung. Namun karena tidak kuat akhirnya kepala sebelah kiri atau rahang kiri korban terkena setang pembajak sawah.Selanjutnya saat saksi melihat dan mengecek kondisi korban ternyata telah meninggal dunia. Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sragen, Ismail Joko Sutrisno, mengatakan proses evakuasi dilakukan bersama warga sekitar. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler