Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Klaten – Kondisi gedung SDN 2 Canan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten yang sudah rusak sejak 2019 lalu, semakin memprihatinkan. Padahal, kerusakan tersebut sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan.

Kepala SDN 2 Canan Wartini mengatakan, beberapa ruangan yang rusak parah tak hanya ruang kelas. Beberapa gedung seperti ruang kepala sekolah juga rusak. Bahkan, setiap kali ada hujan turun selalu bocor.

”Iya air masuk saat hujan (ruang kepala sekolah). Yang ruang laborat, kelas 4, 5 dan 6 atap rusak dimakan rayap, keramik terangkat dan perpus atap juga mulai dimakan rayap,” katanya seperti dikutip detikJateng, Selasa (26/7/2022).

Akibatnya, ruangan yang jebol dan rusak untuk sementara tidak digunakan. Dirinya pun berkantor bersama guru di ruang guru.

”Sementara di ruang guru. Kerusakan dimungkinkan karena rayap sehingga kayu rapuh dan ambrol,” lanjut lanjutnya.

Baca: Ratusan Perangkat Desa di Klaten Kosong, Ini Jadwal dan Tahapan Pengisiannya

Ruangan penjaga sekolah juga rusak berat. Ruangan itu kini difungsikan untuk dapur.

”Rumah penjaga sementara untuk masak. Ruang kelas 4, 5 dan laboratorium juga mulai kena rayap,” tambah Wartini.Terpisah, Kepala Desa Canan, Herning Jati Widagdo, mengatakan kerusakan bangunan di SDN 2 Canan itu sudah lebih dari dua tahun. Kondisi atap yang ambrol awalnya hanya bocor.”Tahu-tahu ambrol, yang rusak dua ruang. Kemarin sudah lapor ke Desa dan saya arahkan ke Korwil di Kecamatan,” ungkapnya.Pemdes, kata Herning, sangat berharap segera dilakukan perbaikan. Sebab SDN 2 Canan tersebut jumlah siswanya lebih dari 100 orang.”Di sini ada SDN 1 dan 2, semua punya siswa cukup banyak, lebih dari 100 siswa. Kalau rumah penjaga rusak lebih lama, semua menempati tanah kas desa,” imbuhnya. Penulis: SupriyadiEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler