Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Klaten – Kondisi gedung SDN 2 Canan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten yang sudah rusak sejak 2019 lalu, semakin memprihatinkan. Padahal, kerusakan tersebut sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan.
Kepala SDN 2 Canan Wartini mengatakan, beberapa ruangan yang rusak parah tak hanya ruang kelas. Beberapa gedung seperti ruang kepala sekolah juga rusak. Bahkan, setiap kali ada hujan turun selalu bocor.
”Iya air masuk saat hujan (ruang kepala sekolah). Yang ruang laborat, kelas 4, 5 dan 6 atap rusak dimakan rayap, keramik terangkat dan perpus atap juga mulai dimakan rayap,” katanya seperti dikutip detikJateng, Selasa (26/7/2022).
Akibatnya, ruangan yang jebol dan rusak untuk sementara tidak digunakan. Dirinya pun berkantor bersama guru di ruang guru.
”Sementara di ruang guru. Kerusakan dimungkinkan karena rayap sehingga kayu rapuh dan ambrol,” lanjut lanjutnya.
Baca: Ratusan Perangkat Desa di Klaten Kosong, Ini Jadwal dan Tahapan Pengisiannya
Ruangan penjaga sekolah juga rusak berat. Ruangan itu kini difungsikan untuk dapur.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Gedung SDN 2 Canan, Klaten, rusak belum diperbaiki, Selasa (26/7/2022). (DetikJateng/Achmad Hussein Syauqi)[/caption]
MURIANEWS, Klaten – Kondisi gedung SDN 2 Canan, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten yang sudah rusak sejak 2019 lalu, semakin memprihatinkan. Padahal, kerusakan tersebut sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan.
Kepala SDN 2 Canan Wartini mengatakan, beberapa ruangan yang rusak parah tak hanya ruang kelas. Beberapa gedung seperti ruang kepala sekolah juga rusak. Bahkan, setiap kali ada hujan turun selalu bocor.
”Iya air masuk saat hujan (ruang kepala sekolah). Yang ruang laborat, kelas 4, 5 dan 6 atap rusak dimakan rayap, keramik terangkat dan perpus atap juga mulai dimakan rayap,” katanya seperti dikutip detikJateng, Selasa (26/7/2022).
Akibatnya, ruangan yang jebol dan rusak untuk sementara tidak digunakan. Dirinya pun berkantor bersama guru di ruang guru.
”Sementara di ruang guru. Kerusakan dimungkinkan karena rayap sehingga kayu rapuh dan ambrol,” lanjut lanjutnya.
Baca: