Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Boyolali – Banyaknya warga Dusun Selo Tengah, Desa/Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali yang memasang Wireless Fidelity (WiFi) untuk mengakses internet ternyata dilatarbelakangi sulitnya mengakses internet menggunakan provider lokal.

”Mau provider apapun di sini memang susah sinyal. Akhirnya, hampir semua rumah sudah ada WiFi, paling hanya tinggal beberapa yang belum,” kata Kepala Dusun I Desa Selo yang tinggal di Selo Tengah Suyitno seperti dikutip Solopos.com, Kamis (4/8/2022).

Suyitno mengungkapkan ada sekitar 200 rumah yang ada di Dusun Selo Tengah tersebut. Beberapa warga yang belum menggunakan WiFi, biasanya menumpang di tempat tetangga yang ada WiFi.

Ia mengatakan kebanyakan warga di dusunnya mulai menggunakan WiFi pada 2021. Namun, untuk kantor-kantor di desa, sudah menggunakan WiFi terlebih dahulu.

Baca: Desa Tanjung Wakili Jepara di Lomba Desa Nasional

”Bisa dikatakan ya di sini kampung WiFi karena mayoritas pakai WiFi, tapi bukan karena kaya ya. WiFi jadi kebutuhan untuk berkomunikasi dan akses Internet, apalagi saat pandemi kemarin banyak yang online,” terang dia.

Ia mengungkapkan awalnya hanya beberapa pasang WiFi, lambat laun hal tersebut diikuti oleh warga lain. Dalam sebulan, Suyitno mengungkapkan warga menghabiskan Rp 100 ribu – Rp 200 ribu untuk membayar tagihan Wifi.
Suyitno menceritakan sebelum menggunakan WiFi, banyak warga yang harus mencari titik-titik tertentu untuk mencari sinyal. Ada juga yang harus turun ke kantor kecamatan atau kantor desa agar dapat mengakses Internet.”Anak saya pas dulu sering mainnya ke kantor kecamatan dan desa, di sana banyak anak-anak yang mengerjakan PR atau bermain games. Ramai begitu kalau sore,” kata dia.Sementara itu, salah satu warga Dusun Selo Tengah Daryanti (40) mengaku baru memasang Wifi empat bulan yang lalu. Ia mengaku memasang WiFi karena merasa tidak enak harus menumpang ke tempat tetangga.”Anak saya kan sudah SMA, jadi kemarin tiap mengerjakan tugas sekolah harus nebeng ke rumah temannya. Saya sebagai orang tua kan jadi tidak enak, akhirnya pasang WiFi sendiri,” kata dia. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler