Pemakaman Kakek Meninggal dengan Kaki dan Tangan Terikat Tunggu Autopsi
Murianews
Senin, 22 Agustus 2022 08:36:39
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Karanganyar – Pemakaman kakek Ngadiman (63) warga Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, terpaksa ditunda. Pasalnya, pihak keluarga masih menunggu hasil autopsi kepolisian.
Sebelumnya, kakek Ngadiman ditemukan meninggal di aliran Sungai Siwaluh Karanganyar dalam kondisi tangan dan kaki terikat tali rafia. Meski tak ada luka secara kasat mata, polisi melakukan autopsi sizin keluarga untuk menguak penyebab kematian korban.
Melansir Solopos.com sejak Minggu (21/8/2022) malam, rumah duka duka sudah dipenuhi para pelayat yang merupakan warga setempat dan kerabat. Mereka berdatangan ke rumah korban sejak Minggu sore.
Baca: Kakek di Karanganyar Ditemukan Meninggal dengan Tangan dan Kaki Terikat di Sungai Siwaluh
Ketua RT 3 RW 13, Tegalwinangun, Tegalgede, Ismarwandi, mengaku kaget menerima kabar kematian korban. Apalagi selama ini korban dikenal tak memiliki masalah apapun dengan warga. Korban memang sudah pikun karena faktor usia.
”Pak Man (sapaan Ngadiman) memang suka ke pinggir sungai sambil menggembala kambing. Kaget saja dapat kabar seperti ini,” katanya.
Menurut keterangan keluarga, korban sebelumnya sempat pamit pergi sekitar pukul 11.00 WIB. Pihak keluarga tidak menaruh curiga atas kepergian korban tersebut. Namun, keluarga terkejut saat menerima kabar kematiannya pada Minggu sore.
”Pak Man ditemukan meninggal dengan tangan dan kaki terikat. Belum tahu penyebabnya apa,” katanya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Warga berdatangan ke rumah Ngadiman di Tegalwinangun, Tegalgede, Karanganyar, Jawa Tengah pada Minggu (21/8/2022) malam. (Solopos/Indah Septiyaning Wardani)[/caption]
MURIANEWS, Karanganyar – Pemakaman kakek Ngadiman (63) warga Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, terpaksa ditunda. Pasalnya, pihak keluarga masih menunggu hasil autopsi kepolisian.
Sebelumnya, kakek Ngadiman ditemukan meninggal di aliran Sungai Siwaluh Karanganyar dalam kondisi tangan dan kaki terikat tali rafia. Meski tak ada luka secara kasat mata, polisi melakukan autopsi sizin keluarga untuk menguak penyebab kematian korban.
Melansir Solopos.com sejak Minggu (21/8/2022) malam, rumah duka duka sudah dipenuhi para pelayat yang merupakan warga setempat dan kerabat. Mereka berdatangan ke rumah korban sejak Minggu sore.
Baca: