Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Boyolali –  Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Boyolali mendesak pemerintah membuat terobosan kebijakan dengan menyesuaikan upah pekerja di tengah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Hal itu dilakukan mengingat banyak buruh yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup layak seiring kenaikan harga BBM yang dilakukan pemerintah.

Ketua KSPN Boyolali, Wahono, mengatakan tak hanya melakukan penyesuaian upah buruh. Namun, ia juga meminta perbaikan secara menyeluruh sistem pengupahan secara nasional.

”Sebab upah buruh atau pekerja saat ini tidak mampu untuk menutup kebutuhan hidup layak jika harga BBM naik dan sistem pengupahan masih seperti ini,” kata dia seperti dikutip Solopos.com, Selasa (6/9/2022).

Ia meminta penyesuaian upah harus dilakukan sesegera mungkin. Menurutnya, upah pekerja saat ini pasti terkena dampak dari inflasi.

”Idealnya kalau kenaikan BBM itu 30 persen, maka kenaikan upah minimal mengikuti kenaikan BBM juga,” kata dia.

Namun, Wahono mengatakan sikap awal dari Federasi KSPN Boyolali adalah menolak adanya kenaikan harga BBM. Ia mengatakan kenaikan harga BBM akan memicu kenaikan harga kebutuhan lainnya.
Hal tersebut, menurutnya akan berdampak secara langsung oleh buruh dan masyarakat pada umumnya. Wahono pun meminta pemerintah pusat untuk meninjau ulang kebijakan kenaikan harga BBM.Tak hanya itu, ia juga meminta pemerintah untuk mencari solusi lain selain menaikkan harga BBM.Saat disinggung mengenai Bantuan Subsidi Upah (BSU), Wahono mengungkapkan hal tersebut masih perlu dievaluasi dan ditinjau ulang agar manfaatnya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat buruh.”Selain itu agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial antar-pekerja atau buruh, serta antarkelompok masyarakat lainnya, maka perlu adanya perbaikan dalam sistem pendistribusian,” terang dia. Penulis: SupriyadiEditor: SupriyadiSumber: Solopos.com

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler